Garap Kolam Renang dan Pemandian Air Hangat

Lagi, Somogede Tawarkan Wisata Baru

872
OBJEK WISATA BARU: Kolam renang dan pemandian air hangat Desa Somogede yang baru saja diresmikan (ZAIN ZAINUDIN/JAWA POS RADAR KEDU).
OBJEK WISATA BARU: Kolam renang dan pemandian air hangat Desa Somogede yang baru saja diresmikan (ZAIN ZAINUDIN/JAWA POS RADAR KEDU).

Desa Somogede, Kecamatan Wadaslintang, kembali mengembangkan objek wisata desa. Kali ini, menawarkan wisata kolam renang dan pemandian air hangat.

PELUNCURAN objek wisata pemandian air hangat dan kolam renang di kawasan selatan Kabupaten Wonosobo ini, berlangsung pada Selasa (22/8) lalu. Warga optimistis, wisata baru tersebut akan menyedot banyak pengunjung.

Sebab, Somogede atau Wadaslintang, telah memiliki objek wisata cukup terkenal: Waduk Wadaslintang dan Lubang Sewu. Apalagi Somogede masih satu jalur dengan dua objek wisata tersebut.

Untuk diketahui, Somogede bagian dari desa kawasan Kusalamo (Kumejing, Sanggrahan, Lancar, Somogede). Gabungan desa ini berafiliasi di bidang peningkatan ekonomi dan pariwisata. Mereka dinaungi oleh Badan Usaha Milik Antar Desa (BUMADes).

Objek wisata kolam renang dan air hangat, diinisiasi oleh Pemerintah Desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), dan elemen masyarakat. “Kita membuka wisata ini merujuk pada implementasi penggunaan dana desa sesuai amanat Menteri Desa dalam hal pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),” jelas Kades Somogede, Marso.

Marso menambahkan, dibangunnya dua tempat wisata tersebut untuk mensejahterakan masyarakat di sekitar tempat wisata. Dari mana sumber anggaran? “Dana desa ditambah swadaya masyarakat Desa Somogede.”

Sekretaris Bappeda, Asngari, mengatakan, piknik atau berwisata sudah menjadi kebutuhan masyarakat. Peluang ini patut ditangkap menjadi potensi ekonomi warga desa. Khususnya, bagi desa yang memiliki potensi wisata.

“Somogede termasuk salah satu desa yang concern ke wisata. Kemarin, baru me-launching Bukit Siloreng Indah. Sekarang kolam renang dan pemandian air hangat. Saya piker, makin banyak variasi yang ditawarkan.”

Asngari menyampaikan, objek wisata yang ada, perlu dikembangkan serta dipromosikan, baik melalui media cetak, elektronik, maupun media sosial. Kepada masyarakat, Asngari berharap agar tidak berkecil hati, mengingat jarak desa cukup jauh dari perkotaan. Sebab, tipikal pelancong saat ini cenderung tidak mempedulikan jarak.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kabupaten Wonosobo, Asmoro, menyampaikan, tuntutan media sosial, membuat kebutuhan masyarakat untuk berkunjung ke wisata semakin tinggi. Utamanya, bagi muda-mudi. Sebab, budaya berfoto selfie di tempat wisata yang beragam, tengah menjadi gaya hidup remaja zaman sekarang.

“Pesan saya sebagai tuam rumah memiliki tanggung jawab memberi servis terbaik. Wisatawan merasa nyaman ketika berkunjung ke sini. Dan, harus ada kesan. Maka dari itu, penting juga untuk terus berinovasi mengembangkan wisata.” (cr2/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here