SEMARANG-Terdakwa sekaligus bos CV Lancar Motor Setiyono Raharjo diperiksa dalam persidangan perkara dugaan perbuatan memalsukan, mengubah, menghilangkan atau dengan cara apapun memberikan keterangan menyesatkan dalam melahirkan perjanjian jaminan fidusia, yang dilakukan di PT Citra Mandiri Multi Finance Semarang dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Semarang, (23/8).

Dalam perkara tersebut, selain Setiyono juga menjerat Tjan Wen Hung selaku bos CV Zentrum (sekarang sudah pailit dan berganti nama Zentrum MK), ditambah satu lagi EC. Erny Novita selaku Kepala Cabang PT Citra Mandiri Multi Finance Semarang.

Dalam keterangannya, Setiyono Raharjo mengaku diminta terdakwa II (Tjan Wen Hung) untuk mencarikan lembaga pembiayaan pembuatan rangka bus, kemudian ia tunjukkan ke PT Citra Mandiri Multi Finance karena sudah biasa bekerjasama. Namun demikian ia mengaku terdakwa II sebelumnya memang belum pernah berhubungan dengan PT Citra Mandiri.Terdakwa juga mengaku pernah datang berlima ke garansi CV Zentrum Purwodadi untuk survei, namun ternyata tidak ada chassis bisnya.

“Barang yang mau dibiayai untuk casis bus di garasi itu ternyata tidak ada. Kalau chassis itu dibeli darimana saya ndak paham, tapi memang PT Citra Mandiri Multi Finance tetap mau membiayai,” kata Setiyono Raharjo saat dicecar majelis hakim yang dipimpin, Sigit Heriyanto.

Setiyono juga mengaku untuk 25 unit casis bus keluarnya tidak bersamaan. Secara terbata-bata ia juga mengaku tidak pernah merasa membeli 25 chassis bis tersebut, termasuk 4 chassis bis yang jadi pokok perkara.

“Yang beli itu Zentrum, saya tidak tahu Zentrum beli darimana. Saya cuma dikasih DO nomor rangka dan nomor mesin,”sebutnya.

Setelah terus dicecar, akhirnya Setiyono mengatakan sepemahamannya yang mengeluarkan casisnya dari Hartono Raya Motor dibeli Zentrum. Ia juga menjelaskan, kosep pembelian secara on the road yakni dealer resmi menjual beserta pengurusan STNK dan BPKB. Sedangkan off the road adalah dealer resmi menjual tanpa pengurusan STNK dan BPKB.  “Yang jelas BPKB dan STNK sudah masuk ke PT Citra Mandiri, saya juga ndak ada hubungan sama Hartono Raya Motor,”jelasnya.

Sebelumnya, dalam saat dihadirkan sebagai saksi Direktur Utama PT Citra Mandiri Multi Finance, Siti Herlina mengaku menjual tiga bus setelah mendapatkannya dari hasil sita eksekusi Pengadilan Negeri Surabaya dan Pengadilan Negeri Jakarta. Hal itu, menyambung dari putusan Mahkamah Agung terkait kasasi PT. Citra Mandiri menggugat kurator yang menangani kepailitan Cv. Lancar Motor pada tahun 2013.

“Kami menjadi kreditur separatis dengan hak 25 unit bus. Karena kami merasa tidak mendapatkan hak, kami gugat ke PN Semarang, pada awal 2014. Gugatan ditolak, dan akhirnya mengajukan kasasi,”sebutnya.

Dalam persidangan kasus tersebut, seharusnya beragendakan pemeriksaan para terdakwa, namun karena waktunya terlampau lama dan dianggap tidak memungkinkan karena akan ada sidang perkara lain, sehingga majelis hakim menunda sidangnya dan akan diputuskan akan dilanjutkan hari ini, Kamis (24/8). (jks/zal)