33 Satuan di Akmil Jalani Tes Darah HIV

496
DIPERIKSA : Seluruh organik Akademi Militer (Akmil) Magelang menjalani pemeriksaan darah dan tes HIV, Selasa (22/8) lalu (PENHUMAS AKMIL UNTUK JP RADAR KEDU).
DIPERIKSA : Seluruh organik Akademi Militer (Akmil) Magelang menjalani pemeriksaan darah dan tes HIV, Selasa (22/8) lalu (PENHUMAS AKMIL UNTUK JP RADAR KEDU).

MAGELANG—Semua organik Akademi Militer (Akmil) Magelang—baik militer maupun pegawai negeri sipil (PNS)—menjalani pemeriksaan darah dan tes HIV, Selasa (22/8) lalu. Kegiatan tersebut sebagai upaya preventif, deteksi dini, sekaligus pencegahan penularan HIV/AIDS di kalangan lembaga pendidikan Akmil.

Kepala Penerangan Hubungan Masyarakat (Penhumas) Akmil Magelang, Letkol (Inf) Asep Kusman dalam siaran persnya menyampaikan, dengan mengetahui sejak dini, maka penanganan terhadap ODHA (orang dengan HIV/AIDS) bisa dilakukan dengan cepat.

Upaya tersebut, sekaligus juga diharapkan dapat mencegah penularan atau memutus mata rantai penyebaran HIV. Sehingga mengurangi dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan.

Sebab, sebagian orang yang terinfeksi HIV, kata Asep Kusman, tidak menyadari akan status mereka. “Untuk itu, pengujian tes HIV secara berkala penting dilakukan, untuk bisa mengurangi berkembangnya epidemi HIV,” kata Asep didampingi Kepala Kesehatan Akmil, Letkol (Ckm) I Made Mudalabadi.

Asep Kusman menyebut, hingga kemarin, setidaknya tujuh satuan sudah diperiksa, dari total 33 satuan yang ada di Akmil. ”Ini sudah hari kelima. Tidak ada target kapan selesainya. Yang jelas, semua organik yang jumlahnya ada 2.271 orang dari 33 satuan harus ikut periksa.”

Asep menegaskan, sejauh ini tidak ada satupun organik Akmil yang mengidap HIV/AIDS. Jika di kemudian hari didapati kasus HIV, maka akan ditangani secara cepat dan tepat, sehingga penularannya bisa dicegah.

Pemeriksaan darah digelar pagi hari, pukul 07.00, setelah para pegawai Akmil berolahraga. “Selain suasana pagi, personel biasanya sedang fit. Juga agar tidak mengganggu pelaksanaan pendidikan di Akmil.” Per hari, rata-rata 80 orang dari satu kesatuan diperiksa.” (cr3/isk)