Wajibkan Desa Punya Perpustakaan

443
PAMERAN BUKU : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Munafah Asip Kholbihi saat membaca buku di pameran buku dalam rangka HUT Kabupaten Pekalongan ke 398 (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang).
PAMERAN BUKU : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pekalongan, Munafah Asip Kholbihi saat membaca buku di pameran buku dalam rangka HUT Kabupaten Pekalongan ke 398 (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang).

KAJEN – Rendahnya minat baca di Kabupaten Pekalongan membuat Bupati Asip Kholbihi berencana mewajibkan semua desa untuk memiliki perpustakaan desa. Hal itu disampaikan Asip ketika mengunjungi pameran buku di Gedung Pertemuan Umum Kajen, Selasa (22/8).

Pameran buku yang diselenggarakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Pekalongan ramai dikunjungi pengunjung yang sebagian besar adalah pelajar SD dan SMP.

Asip Kholbihi menyampaikan pihaknya sangat mendukung adanya pameran buku tersebut. Namun hendaknya pameran buku diadakan tidak hanya setahun sekali dan buku yang ditampilkan buku yang menarik serta bermanfaat, sehingga pengunjung merasakan manfaat dari pameran buku tersebut.

Menurutnya untuk menumbuhkan minat baca di Kabupaten Pekalongan, pihaknya akan mewajibkan semua Kepala Desa mempunyai perpustakan desa yang representatif dan dibuatkan tempat yang bagus, baik berupa gedung atau di taman desa.

“Ayo kita gerakkan lagi minat baca, karena buku adalah jendela ilmu. Ayo kita berikhtiar bareng agar Kabupaten Pekalongan menjadi Kabupaten yang minat bacanya bagus, kearsipannya juga bagus. Maka perlu adanya perpustakaan di banyak tempat, termasuk di setiap desa,” ungkapnya.

Asip juga mengatakan desa dapat menggunakan Dana Desa untuk membuat perpustakaan yang bagus dan bermanfaat. Sebab dengan adanya perpustakaan desa yang bukunya lengkap, akan menunjang kecerdasan masyarakat desa, dan minat baca akan tumbuh hingga setiap rumah di desa.

Menurutnya tidak ada lagi alasan dari Kepala Desa untuk tidak mampu membangun perpustakaan yang bagus. Karena jika seluruh perpustakaan di desa bagus akan mendorong minat baca pada level desa. “Dengan hadirnya perpustakaan desa yang bagus, saya berharap minat baca masyarakat akan timbul, itu yang paling penting bagi saya,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (KanperpusArsipda), Kabupaten Pekalongan, Bambang Guritno menegaskan kegiatan pemeran buku bertujuan untuk membuka cakrawala masyarakat agar lebih mencintai buku, mengembangkan dan meningkatkan minat baca masyarakat.

“Acara ini juga akan dimeriahkan dengan kegiatan lomba-lomba, seperti lomba menulis sinopsis buku, Hafidz dan Dai cilik, baca puisi, menggambar dan mewarnai,” jelasnya. (thd/ric)