VIVA LOYOLA!

729
UKIR SEJARAH: Pemain SMA Kolese Loyola Semarang tak kuasa menahan haru usai menyabet gelar juara Honda DBL Central Java Series 2017 (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).
UKIR SEJARAH: Pemain SMA Kolese Loyola Semarang tak kuasa menahan haru usai menyabet gelar juara Honda DBL Central Java Series 2017 (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SOLO – Tim cewek SMA Kolese Loyola Semarang sukses menuntaskan misi mereka menjadi yang terbaik di Jawa Tengah setelah sukses merebut gelar Champion Honda DBL Central Java Series 2017.

Sebagai wakil dari North Region, Loyola sukses mengalahkan tim dari South Region SMKN 1 Karanganyar (Semeka One) yang juga berstatus sebagai tim juara bertahan Central Java Series dengan skor 50-42.

Dalam final party yang digelar di GOR Sritex Arena Solo, Selasa (22/8) kemarin pertandingan berjalan ketat sejak awal. Baik Loyola dan Semeka One tampil habis-habisan  untuk mencatatkan nama mereka dalam sejarah juara Jateng.

Di kuarter pertama Semeka One mengambil angka lebih cepat lewat Azka Zahro Nafiza (14), bahkan dengan start yang baik mampu unggul 6-0. Namun Loyola langsung mengejar hingga mebalikkan keadaan dan unggul 12-8.

Kuarter dua laga masih sengit dengan drive cepat dipertontonkan para pemain masing-masing tim hingga salip menyalip angka  terjadi. Loyola yang mantap secara strategi menutup  kuarter dua dengan keunggulan cukup jauh 28-17.

Pada kuarter tiga, coach Loyola Eko Widodo mulai melakukan rotasi. Mesin poin mereka, Monica Rasendria. Loyola tanpa pemain yang menjadi MVP Honda DBL Central Java Series 2017 itu kedodoran. Semeka One mengejar dengan tempo dan akurasi finishing yang mumpuni hingga akhirnya Loyola hanya berhasil unggul satu bola 33-31.

Ketatnya pertarungan kembali terasa di kuarter penentuan. Semeka One tidak mau mengalah begitu saja. Laga sengit terus dipertontonkan, hingga Semeka One mendekati Loyola dengan skor 40-45 pada tiga menit akhir pertandingan. Namun finishing Semeka One yang tidak maksimal membuat mereka harus merelakan kemenangan untuk Loyola dengan skor  50-42.

Juru taktik Loyola Eko Widodo mengatakan timnya bertemu dengan lawan yang sebanding pada Final Party tersebut. Bahkan, kata Eko tim lawan mampu membuat defense offense Loyola berantakan pada awal-awal pertandingan.

“Lawan tim bagus, kami dapat lawan yang sebanding. Dan harus diakui kami kalah pada fisik. Setiap pergantian babak kita kacau, entah para pemain ini lengah atau kurang fokus untung cepat diperbaiki,” pungkas dia.

Di kubu lawan, juru taktik Semeka One, Offi Hartanto merasakan betul bila timnya mendapatkan lawan yang kuat dari North Region. “Lawan lebih pintar baca permainan. Ketika mainkan strategi baru, mereka juga langsung bisa mengubah strategi. Tim kita kurang memanfaatkan offense pada kuarter tiga yang mungkin bisa membalikkan kondisi di lapangan,”  katanya. (dan/bas)