Semesta Lanjutkan Tradisi North Region

1322
TRADISI JUARA: Tim cowok SMA Semesta Semarang menambah panjang daftar tim cowok North Region yang berhasil menyabet gelar Champion Central Java Series (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).
TRADISI JUARA: Tim cowok SMA Semesta Semarang menambah panjang daftar tim cowok North Region yang berhasil menyabet gelar Champion Central Java Series (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SOLO – Jalan terjal harus dilalui tim cowok SMA Semesta Semarang sebelum akhirnya menyabet gelar Champion Honda DBL Central Java Series 2017  dengan menundukkan SMA Regina Pacis Solo (Regpac)  dengan skor 70-64.

Dalam laga yang digelar di Sritex Arena Solo, Selasa (22/8) malam kejar mengejar angka dalam duel antar region tidak bisa dielakkan. Kedua tim membawa misi yang sama. Kekuatan kedua tim beda region ini seimbang, siapapun layak menjadi Champion.

Kuarter pertama,  Regpac begitu beringas mengambil start lebih awal dengan 6-0. Semesta ikut memanas, Yoga Dwi dkk balik memimpin dan menutup kuarter pertama dengan skor 17-11. Kuarter dua dan kuarter tiga kemampuan tim begitu berimbang.Penampilan tim sudah mencapai klimaks.

Semesta selalu leading setengah bola 28-27 kuarter dua, dan tiga dengan 48-47. Kejar mengejar angka terus terjadi, setiap Semesta unggul sedikit ataupun jauh, regpac selalu menyusul. Begitupun dengan kuarter empat yang masih terus-menerus mengejar angka.

Baik Semesta dan Regpac saling berbalik unggul. Prinsip Semesta yang tidak ingin merasa diatas dilakukan sampai babak akhir. Skor 70-64 untuk keunggulan Semesta baru dipastikan sampai menit dan detik-detik akhir.

Juru taktik Semesta, Yosua Christian mengapresiasi kerja keras timnya hingga menjadi champion Honda DBL Central Java Series. Evaluasi permainan dalam laga final kata dia masalah motivasi yang semestinya harus lebih menguntungkan tim maksimal.

“Tim kita bagus tampil bagus masih sama seperti setiap laga sebelumnya enjoy menikmati permainan nothing to lose. Lawan ini tim kuat, saya lihat mereka bagus tapi kita harus lebih kuat, maka saya tekankan untuk berani duel,” pungkasnya.

Di kubu Regpac, coach Wongso Suseno mengatakan kedua tim yang sama-sama potensi menjadi champion karena kekuatan yang sebanding. Hanya faktor x yang dapat membuat salah satu tim memenangkan atau dikalahkan.

“Semua pemain tampil baik. Kedua tim tampil prima tampil maksimal. Kalau pada tim kita kalah stamina. Permainan pressing dengan body yang kuat dari lawan cukup menguras stamina kita,” pungkasnya. (dan/bas)