Rayakan HUT, Prioritaskan Infrastruktur

539
TARI GEOL: Rombongan Kirab HUT ke-186 Kabupaten Banjaregara memasuki Alun-Alun, disambut dengan tari Geol oleh ratusan anak, Selasa (22/8) kemarin (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU).
TARI GEOL: Rombongan Kirab HUT ke-186 Kabupaten Banjaregara memasuki Alun-Alun, disambut dengan tari Geol oleh ratusan anak, Selasa (22/8) kemarin (SUMALI IBNU CHAMID/ JAWA POS RADAR KEDU).

BANJARNEGARA–Pemkab Banjarnegara semakin memperkokoh program pembangunan kerakyatan. Dua misi yang akan diwujudkan adalah perbaikan infrastruktur dan pengentasan kemiskinan. “Kami bertekat pembangunan infrastruktur cepat selesai dan pembangunan manusia mengurangi kemiskinan,” kata Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono saat memimpin upacara HUT ke-186 Kabupaten Banjarnegara, Selasa (22/8) kemarin.

Budhi menyampaikan, pembangunan infrastruktur—khususnya fasilitas umum seperti jalan kabupaten dan berbagai layanan lainnya—menjadi target utama Pemkab. Sehingga akan mendorong kekuatan ekonomi masyarakat. “Jalan yang mudah diakses akan mendongkrak ekonomi masyarakat.” Di sektor wisata, kata Budhi, pihaknya terus memaksimalkan program. Sebab wisata bagian dari potensi yang dimiliki Banjarnegara. Selain berdampak pada pendapatan daerah, juga berdampak pada masyarakat seputar wisata. “Wisata harus memberi dampak ekonomi kepada masyarakat.”

Sementara itu, perayaan HUT ke-186 Kabupaten Banjarnegara kemarin berlangsung meriah. Berbagai acara digelar sejak pagi, untuk mengenang jejak berdirinya Kabupaten Gilar-Gilar. Napak tilas dimulai dari petilasan Banjar Kulon yang diyakini sebagai awal berdirinya pemerintahan Banjarnegara.

Kirab dipimpin Bupati Budhi Sarwono, menggunakan dokar hias. Bupati melakukan perjalanan kirab dari Banjar Kulon ke arah Kecamatan Karang Kobar menuju ke Pendopo. Pukul 11.00, rombongan bupati sampai di kantor DPRD. Bupati lantas turun dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, melalui jalan tengah Alun-Alun. Di lokasi itu, dari sisi kanan dan kiri, ratusan anak menyambut bupati dengan tarian geol. Sebuah tarian khas Banjarnegara. Selanjutnya Bupati Budhi naik ke podium di sisi timur yang sudah berderet tumpeng hasil bumi. “Dengan mengucap Bismillah, tumpeng bisa untuk rebutan,” kata Bupati Budhi disambut lari ribuan warga menuju arah tumpeng. (ali/isk)