Permintaan Proteksi Data Terus Meningkat

166

SEMARANG – Tren penggunaan enkripsi atau teknologi pengamanan data saat ini terus mengalami peningkatan. Hal tersebut sebagai salah satu bentuk antisipasi dari semakin tingginya ancaman siber yang muncul tiap tahunnya.

Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia Yudhi Kukuh mengatakan, dalam sehari Indonesia dapat menerima 1.225 juta serangan siber dari berbagai negara seperti dalam kasus WannCry, Fireball dan yang terbaru Petya.

“Indonesia harus segera memperhitungkan teknologi untuk menjawab kebutuhan keamanan perusahaan melindungi data, seperti di Laptop, atau komputer termasuk jaringan perusahaan,”ujarnya, kemarin.

Dengan menggunakan enkripsi, maka data-data penting dapat diamankan, sekalipun dicuri atau hilang, tetap tidak bisa dibaca oleh orang lain karena dikodekan oleh mekanisme enkripsi. Kombinasi, enkripsi data dengan penggunaan cloud storage yang semakin marak digunakan dapat menjadi solusi dalam melakukan back up data.

Marketing Director ESET Indonesia Chrissie Maryanto menambahkan, khusus untuk enkripsi saat ini pihaknya tengah dalam tahap sosialisasi. Namun ia yakin ke depan penggunaannya akan berkembang pesat,

“Ransomware akan terus menggila ke depannya, kalau melihat dari dua tahun terakhir serangannya memang luar biasa. Sehingga enskripsi ini sangat dibutuhkan,”ujarnya.

Sejauh ini, lanjutnya, perusahaan pengguna enkripsi memanfaatkan teknologi ini untuk berbagai keperluan. Penerapan yang paling umum adalah database, komunikasi internet, hard drive laptop dan backup server.

“Data yang paling sering disimpan mencakup data karyawan dan SDM, data terkait pembayaran, kekayaan intelektual dan catatan keuangan. Adopsi enkripsi paling banyak tersebar di jasa keuangan, kesehatan dan farmasi serta industri teknologi dan perangkat lunak,”ujarnya. (dna/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here