KOMPAK : Anggota Komunitas Biscuit selalu kompak dan seru dalam berbagai kegiatan yang digelar (Foto Biscuit untuk Radar Semarang).
KOMPAK : Anggota Komunitas Biscuit selalu kompak dan seru dalam berbagai kegiatan yang digelar (Foto Biscuit untuk Radar Semarang).

Kegiatan bersepeda makin diminati berbagai kalangan. Kegiatan menggowes ini pun makin asik dengan disisipi agenda kulineran sekaligus jalan-jalan ke berbagai lokasi wisata. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

BEBERAPA tahun belakangan ini, bersepeda menjadi salah satu kegiatan yang banyak diminati. Sejumlah komunitas pun bermunculan. Salah satunya Biscuit, yang masih tetap eksis hingga saat ini.

Salah satu pencetus komunitas ini, Agus Susilo mengungkapkan, demam night ride atau bersepeda pada malam hari cukup terasa sejak beberapa tahun lalu. Dari kegiatan tersebut, banyak penggowes yang bertemu dan saling berinteraksi.

“Seringnya ketemu malam hari, kami lantas janjian untuk gowes bareng pagi, tak hanya malam. Nah, dari situ nongollah komunitas ini. Resminya tanggal 17 Agustus 2015,” ujar Agus.

Selain ngegowes, para anggota dalam komunitas ini juga memiliki kesamaan hobi lain. Yaitu jalan-jalan dan kulineran. Digabungkanlah tiga kegiatan tersebut yang juga menjadi nama dari komunitas Bike, Cullinary and Travel alias Biscuit.

“Dalam komunitas ini, kita tidak mensyaratkan harus sepeda merk dan jenis apa, begitu juga tidak ada kuat-kuatan ngegowes. Sesuai jargon ‘di sini senang di sana senang’ ya di komunitas ini kita happy happy aja dengan bersepeda sambil jalan-jalan dan kulineran,” ujar bapak dari tiga orang putri ini.

Selain kegiatan mingguan, komunitas yang terdiri atas berbagai umur dan kalangan ini, biasanya ada agenda khusus pada momen-momen spesial. Seperti saat menyambut hari Kemerdekaan pada 2014 lalu, mereka mengadakan Gowes Semar Mendem yang merupakan singkatan dari Gowes Semarang Menyang Demak.

Begitu juga saat Juli lalu, mereka melakukan perjalanan yang dinamai Lost in Ambarawa. Selama perjalanan, mereka singgah di lokasi dengan kuliner khas dan mengeksplor beberapa lokasi wisata, di antaranya jembatan biru, mengelilingi desa wisata dan mampir di benteng.

Atau saat Ramadan lalu, digelar Serabi Goreng alias Segarnya Ramadan Bisa Gowes Bareng. Sembari ngabuburit, para anggota Biscuit keliling kota ngegowes tipis-tipis, kemudian buka bersama dan tarawih bersama.

“Untuk acara-acara tersebut yang biasanya seharian memang kita konsep untuk bisa mampir kulineran dan ke tempat wisata. Selain itu, biar makin seru kita bikin nama-nama yang menarik,” ujar pria yang akrab disapa Uncle ini.

Opank, salah satu anggota Biscuit juga mengaku tertarik bergabung di komunitas ini karena konsep tersebut. Penggabungan dari sepeda santai, kulineran dan jalan-jalan dinilainya mampu menyehatkan tubuh dan menyegarkan pikiran dan kepenatan dari rutinitas sehari-hari. “Kami mah gowes santai, yang penting di sini senang di sana senang. Banyak foto, senang dan pasti kenyang. Pelan ditunggu, nggak kuat didorong,” ujar Opank.

Ke depan, lanjut Agus, melalui komunitas ini diharapkan kegiatan bersepeda menjadi lebih digemari. Karena bersepeda juga bisa dikolaborasikan dengan berbagai kegiatan menyenangkan maupun hobi-hobi lainnya. “Kami juga akan kampanye bersepeda melalui berbagai media, termasuk sosial media. Sehingga lebih banyak masyarakat yang gemar bersepeda,” ujarnya. (*/ida)