DILEDAKKAN: Tim Jihandak Polda Jateng bersiap meledakkan mortir di areal persawahan Desa Guntur Kecamatan Temanggung, Selasa (22/8) kemarin (AHSAN “WONG” FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).
DILEDAKKAN: Tim Jihandak Polda Jateng bersiap meledakkan mortir di areal persawahan Desa Guntur Kecamatan Temanggung, Selasa (22/8) kemarin (AHSAN “WONG” FAUZI/JAWA POS RADAR KEDU).

Warga Dusun Kenalan RT 1/3 Kranggan, Kecamatan Kranggan, Temanggung, digegerkan dengan temuan sebuah mortir. Mortir berukuran panjang 24 sentimeter, diameter 8 sentimeter dan diameter ujung 2 sentimeter.

ENDA berbahaya itu ditemukan oleh Budi Marwoto, 54, warga setempat di pinggir Sungai Progo. Tepatnya, di bawah jembatan rel kereta api, di dekat jembatan Kranggan. Atau, dekat makam Mayjend TNI Bambang Soegeng, di kompleks Monumen Pembunuhan Masal Pejuang RI.

Pukul 17.00, Budi hendak mencari batu di Progo. Matanya tertuju pada benda lancip, mirip ujung mortir. Ia lantas melapor ke perangkat desa setempat. Temuan itu lantas dilanjutkan ke Polsek Kranggan. “Waktu saya akan mengambil batu, saya melihat ada benda yang ujungnya lancip. Saya kira itu ujung dari mortir,” terang Budi, Selasa (22/8) kemarin.

Sopir angkot itu menuturkan, setahun lalu ia juga menemukan benda yang sama. Tahun sebelumnya lagi, warga lainnya menemukan mortir. “Tahun lalu, saya menemukan mortir. Ukuran panjang 25 x 8 sentimeter, dengan berat 2 kilogram.”

Warga lainnya, Waliyadi, 45, menyaksikan ketika ujung mortir terjepit di antara dua batu. Tepatnya, berada di bawah jembatan rel kereta api. “Saya takut, kemudian kami berdua langsung melaporkan kepada perangkat desa.”

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo menduga, mortar yang ditemukan warga merupakan peninggalan zaman perang melawan penjajah. Sebab, lokasinya di jembatan Kali Progo, yang dulunya lokasi peperangan. Hal itu dikuatkan dengan temuan proyektil meriam yang ditemukan di sekitar lokasi tersebut, setahun lalu. “Tahun lalu, warga sekitar sini juga menemukan proyektil meriam yang juga peninggalan zaman perang.”

Maesa menyampaikan, temuan mortar sudah dilaporkan ke Polda Jawa Tengah. Tim Gegana Polda akan mengevakuasi dan meledakan mortir. “Mortir tua itu diledakkan di Desa Guntur, Kecamatan Temanggung, Selasa (22/8) kemarin.”

Kapolsek Kranggan AKP Yanu Fajar Saptono menambahkan, sejak dirinya menjabat Kapolsek, sudah tiga kali ditemukan mortir. Berturut-turut 2015, 2016, dan 2017. “Kalau yang pertama dan kedua ditemukan di tepi sungai. Yang sekarang agak tengah.” (san/isk)