Karnaval Toleransi ala Warga Rowosari

700
LEPAS KARNAVAL : Sekcam Limpung M. Kusrin didampingi Kanit Binmas Polsek Limpung IPDA Rofi’i dan Kades Rowosari H Casmudi melepas peserta karnaval di Lapangan Desa Rowosari Limpung (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).
LEPAS KARNAVAL : Sekcam Limpung M. Kusrin didampingi Kanit Binmas Polsek Limpung IPDA Rofi’i dan Kades Rowosari H Casmudi melepas peserta karnaval di Lapangan Desa Rowosari Limpung (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).

BATANG – Masyarakat Desa Rowosari Kecamatan Limpung tidak ketinggalan dalam memeriahkan perayaan HUT ke 72 Kemerdekaan RI. Mereka turut menggelar karnaval yang menunjukkan kreatifitas setiap warganya yang unik, dan menunjukkan toleransi antar warganya, pada Senin (21/8) siang.

Meskipun tergolong agak jauh dari ibukota kecamatan, tapi tak membuat Desa Rowosari ketinggalan. Justru diam-diam Desa Rowosari menyimpan potensi yang membanggakan baik dari segi kreatifitas maupun inovasi warganya yang berani tampil beda.

Dalam karnaval kemarin,  mereka turut membuat berbagai kreasi yang menarik. Terutama yang menonjolkan kearifan lokal yang dipamerkan. Seperti hasil pertanian, mebel, kerajinan tangan dan kuliner jajanan yang ternyata banyak membanjiri pasar Limpung dan sekitarnya.

Yang tidak kalah unik, adalah karnaval keberagaman dan toleransi warga pendatang. Mereka menampilkan kesenian dari daerah asalnya. Yang dari Sunda menampilkan Tari Jaipong, yang dari Bali membuat Ogoh-ogoh. Yang non muslimpun ikut berpartisipasi.

Kreatifitas warga pada karnaval kali ini juga patut mendapat apresiasi, karena tidak sekedar meniru daerah lain yang sudah melaksanakan. Ada teko raksasa dan jin Aladin yang dibuat dengan cerdik sehingga terkesan jinnya terbang. Ada juga nenek sihir yang terbang dengan sapunya dan kreatifitas lain yang unik.

“Sudah menjadi tradisi masyarakat Desa Rowosari mengadakan kegiatan Agustusan. Yang menarik di karnaval ini, pesertanya dari berbagai etnis yang ada di Desa kami, dan semua guyub rukun sesuai dengan slogan Bupati,” kata Kades Rowosari Casmudi.

Ditambahkan Kades, dalam setiap bulan Agustus tidak hanya karnaval tapi juga ada lomba khas Agustusan bagi semua warga. Berbagai acara yang digelar antara lain, lomba tarik tambang, kasti ibu-ibu, lomba kebersihan, lomba anak-anak dan pengajian. Untuk hiburan, pihaknya juga mendatangkan campursari dari Surakarta.

Ketua panitia Sutopo menambahkan, rangkaian kegiatan Agustusan diikuti oleh 4 dukuh yang terdiri dari 18 RT plus SD/MI. Semua ikut berpartisipasi dan tiap RT mengeluarkan beberapa regu. Disamping itu semua juga menyewa drum band ataupun kesenian angklung dan tong prek yang lagi ngetren. “Untuk lebih memberi semangat semua kegiatan kami lombakan dan mendapat piala yang penyerahannya akan dilaksanakan pada Malam Pentas Senin,” katanya.

Untuk membiayai semua kegiatan tersebut didasari atas kesadaran sendiri warga, dengan menyisihkan sebagian uangnya. Pihaknya bersyukur warga Rowosari kompak dalam menyambut HUT RI sehingga semua kegiatan berjalan dengan baik dan tertib. Namun warga tidak sekaligus mengeluarkan anggaran banyak karena sudah terkumpul selama setahun. “Biaya patungan semua warga, namun tidak sekaligus, karena dana ditarik selama setahun sehingga terkumpul banyak,” ucapnya. (han/sct/ric)