Jawaban Esai Bisa Dinilai Komputer

344
PRESENTASI : Profesor Minshu Ha, dari Kangwon National University (dua dari kiri) saat memberikan pengarahan terkait pengembangan penilaian jawaban esai melalui komputer (ADENNYAR WYACAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG).
PRESENTASI : Profesor Minshu Ha, dari Kangwon National University (dua dari kiri) saat memberikan pengarahan terkait pengembangan penilaian jawaban esai melalui komputer (ADENNYAR WYACAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Sistem penilaian tes esai biasanya hanya bisa diteliti menggunakan cara manual. Namun ke depan penilaian esai bisa dilakukan dengan komputer yang lebih memudahkan dan mempercepat para guru serta dosen saat melakukan penilaian. Program itu saat ini sedang dikembangkan oleh bekerjasama dengan Kangwon National University, Korea Selatan.

Profesor Minshu Ha, dari Kangwon National University mengatakan penilaian jawaban esai saat ini bisa dilakukan dengan perangkat lunak melalui komputer. Terobosan itu bisa memberikan nilai secara objektif pada jawaban esai dan tentunya lebih cepat. “Kalau jawaban pilihan ganda mungkin bisa dinilai dengan komputer namun penilian jawaban esai ini bisa dikembangkan di Indonesia untuk lebih memudahkan,” katanya saat workshop tentang pengembangan perangkat pembelajaran program revitalisasi di kampus Universitas PGRI Semarang (Upgris), kemarin.

Ia menerangkan, guru dan dosen di Korea Selatan sudah menggunakan sistem tersebut bersama 7 orang tim praktisi pendidikan dari Korea. Mereka sudah sekitar 3 pekan ini berada di Bandung untuk memberikan pelatihan tentang perangkat lunak penilaian esai
ini, termasuk di Semarang yang bekerjasama dengan dua Kementerian. Yakni Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Ristekdikti.

“Sistem tes yang menggunakan pilihan ganda tidak bisa menjadi tolak ukur kemampuan siswa. Namun dengan esai  para siswa bisa  mampu mengeksresikan gagasan atau idenya, cara ini sudah kami terapkan di Korea,” bebernya.

Rektor Upgris Muhdi menerangkan sebagai perguruan tinggi yang banyak mendapatkan hibah revitalisasi Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), harus memberikan output. Diantanya melakukan terobosan dan gagasan baru untuk pembelajaran. “Harus terobosan baru dalam sistem pembelajaran di tanah air, pelatihan semacam ini akan lebih sering digelar agar para dosen juga ikut terbantu dalam mengikuti sistem belajar mengajar baik di tanah air maupun di dunia internasional,” tambahnya. (den/ric)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here