MEETING RUTIN: Rapat bulanan yang diselenggarakan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu di Gedung Setda, Selasa (22/8) kemarin (ZAIN ZAINUDIN/JAWA POS RADAR KEDU).
MEETING RUTIN: Rapat bulanan yang diselenggarakan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu di Gedung Setda, Selasa (22/8) kemarin (ZAIN ZAINUDIN/JAWA POS RADAR KEDU).

WONOSOBO–Pelayanan administrasi terpadu kecamatan berbasis aplikasi online (Paten) memudahkan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) dalam mengintegrasikan dan membuat laporan data terkait perizinan di tingkat kecamatan. Aplikasi ini, kali pertama, diluncurkan pada Septembar 2016 dan efektif dimanfaatkan pada Januari 2017.

Kepala Bidang Perizinan Dinas PMPTSP, Tri Rahmawati, mengatakan, Paten Online diproyeksikan untuk memudahkan pihak kecamatan dalam membuat laporan perizinan. Baik Izin Mendirikan Bangunan (IMB) maupun izin reklame. “Kecamatan tinggal melaporkan data ke kami via aplikasi. Jadi tidak perlu mondar-mondir membawa berkas perizinan,” terang Tri, usai kegiatan pelaporan Paten yang melibatkan tenaga admin Paten Online.

Tri juga menyebut, Paten Online untuk memudahkan warga dalam mengakses, sekaligus mendaftar perizinan tanpa perlu datang ke kantor. “Paten online ini juga sebagai media informasi kegiatan di kecamatan. Untuk pengaduan masyarakat via internet atau masyarakat yang ingin memberikan laporan.”

Kasi Trantib Kecamatan Kalikajar sekaligus Penanggungjawab Laporan Perizinan, Catur Widada Hadi mengatakan, pihaknya tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk melaporkan hasil dari Paten secara manual. Meski begitu, lanjut Catur, dirinya masih tetap harus datang ke Dinas PMPTSP untuk menyetorkan uang dari biaya Paten. “Akan lebih baik kalau ada rekening bank. Jadi penyetoran uang bisa dilakukan jarak jauh.” (cr2/isk)