Hari Ini, Pasar Kanjengan Dibongkar

606
SEGERA DIKOSONGKAN : Aktivitas Pasar Kanjeng di Blok C dan D, Selasa (22/8) kemarin, masih berlangsung seperti biasa (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
SEGERA DIKOSONGKAN : Aktivitas Pasar Kanjeng di Blok C dan D, Selasa (22/8) kemarin, masih berlangsung seperti biasa (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG–Setelah melalui tarik ulur lebih dari 5 tahun, akhirnya Pasar Kanjengan Blok C dan D, dijadwalkan pembongkarannya Rabu ini (23/8). Eksekusi tersebut dilakukan oleh Pengadilan Negeri Semarang dengan melibatkan beberapa pihak di antaranya aparat kelurahan, kecamatan, Satpol PP Kota Semarang, TNI, dan Polri, untuk mengantisipasi adanya penolakan warga.

Namun aktivitas di Pasar Kanjengan masih tetap berjalan seperti biasa, terutama para penjual toko emas. Sayangnya tak ada satupun pedagang emas yang mau dimintai keterangan. “Kami hanya pasrah, namun kalau direlokasi ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), kami khawatir dengan keamanan yang ada. Mungkin rencananya akan ngontrak dulu di tempat lain,” jelas salah satu pedagang yang menolak disebutkan namanya.

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan bahwa pembongkaran Pasar Kanjengan Blok C dan D akan dilakukan oleh pihak Pengadilan Negeri Semarang, yang melibatkan beberapa pihak diantaranya kelurahan, kecamatan, Satpol PP Kota Semarang, TNI, Polri untuk mengantisipasi adanya penolakan warga.

“Rencananya memang besok (hari ini, red), kami melakukan pembongkaran bangunan Pasar Kanjengan Blok D dan C. Kami berharap semua berjalan lancar dan kondusif,” katanya.

Ia menerangkan setelah pembongkaran dilakukan, kawasan Blok D dan C tersebut ditutup pagar seng dan pada September sudah bersih atau rata dengan tanah. “Nantinya Pasar Kanjengan dibangun satu kesatuan dengan kompleks Pasar Johar Baru,” jelasnya.

Terkait para pedagang toko emas yang mengeluhkan tempat relokasi sementara yang sempit dan keamanan minim, Fajar mengingatkan hasil keputusan pengadilan. Seharusnya, PT Pagar Gunung Kencana (PGK), beserta pedagang di dalamnya meninggalkan lokasi Pasar Kanjengan tanpa syarat apapun. Kendati begitu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang tetap peduli dan memikirkan dampak sosialnya, dengan menyediakan tempat relokasi sementara di Pasar Johar Blok F.

“Jika tidak disediakan tempat relokasi nanti bagaimana? Kasihan pedagang. Ya, yang penting, bisa segera dibangun agar pedagang bisa menempati pasar itu lagi. Kalau tidak mau, ya sudah bukan ranah kami lagi,” paparnya.

Walaupun begitu, kata dia, para pemilik toko emas, bisa kembali berjualan di Pasar Johar Baru setelah pembangunan selesai. Untuk pedagang yang tidak mau pindah ke tempat relokasi, menurutnya keputusan pedagang sendiri. “Setelah Pasar Johar Baru dibangun, para pedagang emas dikembalikan berjualan di kios baru, sesuai dengan registrasi,” tambahnya. (den/ida)