Canangkan Tlogodowo Sebagai Kampung KB

487

DEMAK- Bupati Demak HM Natsir mencanangkan kampung Keluarga Berencana (KB) di Desa Tlogodowo, Kecamatan Wonosalam, Selasa (22/8). Desa ini menjadi pusat pencanangan lantaran masih rendahnya keikutsertaan warga dalam ber-KB dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Akibatnya, penduduk pra sejahtera tetap tinggi.

Bupati Natsir mengatakan, kampung KB merupakan program revolusi mental pemerintah berbasis keluarga. Program ini diperuntukkan bagi warga kurang mampu serta kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

“Kita berharap, dengan adanya kampung KB ini dapat meningkatkan kualitas hidup warga pra sejahtera,” ujarnya.

Kepala DinpermasdesP2KB, M Ridwan mengatakan,  Desa Tlogodowo layak dijadikan kampung KB karena kondisinya memprihatinkan. Selain terletak di pinggiran juga rendahnya warga yang KB.

Menurutnya, dari 1.300 jiwa, 30 persen hidup di bawah garis kecukupan atau pra sejahtera. “Dengan kampung KB ini, masyarakat diharapkan kualitas kesehatannya juga meningkat,” katanya didampingi Sekretaris Dinpermades, Supriyatiningsih.

Kabid Pengendalian Penduduk, Pergerakan dan Penyuluhan, Soekardjo, menyampaikan, sejauh ini sudah terbentuk tiga desa sebagai kampung KB. Yaitu, Desa Brakas, Kecamatan Dempet, Desa Pundenarum, Kecamatan Mranggen dan Desa Wonosari, Kecamatan Bonang.

“Pada 2017 ini, setidaknya 14 kampung KB dapat terbentuk. Ini sekaligus dapat memaksimalkan organisasi perangkat daerah (OPD) yang ikut memberdayakan masyarakat,” jelasnya.

Pencanangan kampung KB juga diwarnai dengan sunatan massal. Kepala Cabang Cendana Harum Motor Demak, Pradita Indra Sukmono menuturkan, ada 6 anak yang ikut sunatan massal dalam menyemarakkan kampung KB tersebut. “Kita bantu sunatan ini agar bisa dirasakan langsung masyarakat. Apalagi, di Desa Tlogodowo ini banyak anak anak yang perlu dibantu. Ini juga bagian dari CSR kita,” ujar Pradita. (hib/zal)