AHY Mulai Gerilya ke Daerah

289
BERKUNJUNG: Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menggelar ‘Dialog Rakyat Lintas Generasi’ dengan sejumlah elemen masyarakat, di salah satu rumah makan di Kecamatan Ambarawa, kemarin 9EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BERKUNJUNG: Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menggelar ‘Dialog Rakyat Lintas Generasi’ dengan sejumlah elemen masyarakat, di salah satu rumah makan di Kecamatan Ambarawa, kemarin 9EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mulai bergerilya ke daerah-daerah, utamanya di Jawa Tengah. Seperti Selasa (22/8) kemarin, dia berkunjung ke Kabupaten Semarang dan menggelar dialog bersama masyarakat Kecamatan Ambarawa. Namun kedatanganya tidak ingin dikaitkan dengan Pilgub Jateng 2018 mendatang, namun lebih memperkenalkan The Yudhoyono Institute.

“Tidak ada hubungannya dengan Pilgub Jateng. Kedatangan di sini memang murni karena The Yudhoyono Institute,” ujar putra sulung Presiden ke 6 Susilo Bambang Yudhoyono ini di depan awak media.

Dijelaskan AHY yang merupakan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute dalam hal ini lebih ingin mengupas isu-isu strategis. “Ambarawa ini kota yang spesial, yang bersejarah. Kita tahu (di sini) ada peristiwa Palagan Ambarawa,” katanya.

Melalui dialog yang bertajuk ‘Menatap Masa Depan Bangsa, Indonesia Seperti Apa Yang Kita Harapkan?’ AHY menyatakan ingin berkontribusi positif bagi kebaikan masyarakat bangsa dan negara. Antaralain dengan bertatap muka dan mendengar aspirasi dari seluruh elemen masyarakat Indonesia.

“Setelah Pilkada DKI saya tidak patah semangat, saya justru semakin semangat. Ingin semakin banyak bertemu dengan masyarakat di seluruh Indonesia,” ujarnya.

AHY yang mengenakan kemeja batik lengan panjang warna cokelat tua dipadu celana hitam tersebut mengatakan, banyak sekali peluang dan tantangan yang dihadapi menuju Indonesia emas tahun 2045.

“Sesungguhnya banyak indikator yang menunjukkan kita memiliki potensi yang besar untuk menunjukan kejayaan bangsa Indonesia pada tahun 2045, walaupun prosesnya tidak mudah,” katanya.

Dijelaskannya, saat ini dalam hal ekonomi Indonesia masuk 10 besar dunia dan dari jumlah penduduk menempati posisi empat besar dunia setelah Amerika.

Pada kesempatan itu AHY juga menceritakan pertemuannya dengan Presiden Jokowi dan putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka menjelang peluncuran The Yudhoyono Institute, 10 Agustus 2017 lalu.

Pada kesempatan tersebut AHY juga melontarkan pendapatnya tentang dunia pendidikan. Menurutnya, pendidikan harus menjadi milik semuanya, tidak hanya milik mereka yang tinggal di kota-kota besar atau hanya milik mereka yang memiliki kemampuan secara finansial.

Oleh karena itu, semua pihak yang ada di negeri ini harus memiliki kepedulian dan perhatian khusus untuk bisa memberikan kesempatan kepada anak- anak bangsa terus belajar. “Apalagi anak- anak yang kurang mampu secara finansial tetapi memiliki semangat untuk maju,” katanya.

Selain pendidikan, persoalan layanan kesehatan yang baik juga menjadi hak seluruh warga negara. Kesehatan harus benar- benar melayani warganya. Layanan kesehatan harus cepat dan responsif karena kesehatan menyangkut keselamatan jiwa.

Ia juga menyampaikan, forum yang digagas lembaganya ini merupakan tradisi yang sebelumnya telah dibangun untuk memahami permasalahan bangsa. Menurutnya, hal terpenting dalam memahami permasalahan bangsa adalah mendengar langsung dan menyerap aspirasi dari seluruh elemen masyarakat terkait dengan isu- isu kebangsaan yang harus segera dituntaskan. (ewb/zal)