Serap Produk Petani Lokal

319

SEMARANG – Pabrik garam yang akan dibangun di Pati akan diintegrasikan dengan tambak petani garam setempat. Artinya, bahan baku yang akan digunakan pabrik garam tersebut akan menyerap seluruh hasil petani tambak.

Kepala Biro Infrastruktur dan Sumberdaya Alam Setda Jateng, Peni Rahayu menerangkan, pabrik garam yang akan berdiri di atas tanah kas desa tersebut saat ini sudah masuk dalam tahap lelang. Ditargetkan, Oktober sudah bisa dilakukan ground breaking. “Meleset-melesetnya mungkin November,” terangnya, Senin (21/8).

Diperkirakan, proses konstruksi pabrik akan memakan waktu sekitar 4-6 bulan. Sembari menunggu pembangunan, akan ada persiapan lahan garapan. Nantinya, tambak garam milik petani di sekitar pabrik akan diintegrasikan. “Soal kelembagaan kelompok tani, sudah dikoordinir Dinas Koperasi dan UKM Jateng. Termasuk mendampingi kelompok tani untuk membentuk koperasi,” terangnya.

Dijelaskan, pabrik garam akan menggunakan reservoir atau penampung air asin yang bentuknya semacam waduk. Teknologi itu mampu meningkatkan kualitas garam yang akan diproduksi. Jika biasanya kandungan NaCl-nya hanya berkisar antara 84-86 persen saja, dengan teknologi itu, bisa meningkat hingga di angka 94-96 persen. “Soalnya ini kan garam untuk industri, bukan rumah tangga. Jadi kandungan NaCl-nya harus tinggi,” terangnya.

Yang menjadi masalah adalah keterbatasan lahan. Sebab, idealnya, satu unit reservoir butuh minimal 400 hektare. Peni mengaku kesulitan mencari lahan seluas itu di dekat lahan pabrik. “Dapatnya kecil-kecil tidak sampai 400 hektare. Tapi nanti Kementerian PUPR bersedia memberi jaringan air dalam pembuatan reservoir,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Jateng, M Chamim Irfani menjelaskan, petani garam harus diintervensi agar mereka bisa memproduksi garam sesuai dengan kualitas minimal yang dibutuhkan pabrik. Sebab, melongok dari pengalaman tahun 2015 lalu, total kebutuhan pabrik garam mencapai 350 ribu ton. Sementara produksi lokal yang memenuhi standar kualitas industri hanya 200 ribu ton. “Artinya, pemerintah harus mendampingi petani garam tambak untuk meningkatkan kadar NaCl biar bisa diserap industri,” terangnya. (amh/ric)