MUSDA: Forkominda dan Ketua FKUB dalam pembukaan Musda FKUB Wonosobo, Senin (21/8) kemarin (ISTIMEWA).
MUSDA: Forkominda dan Ketua FKUB dalam pembukaan Musda FKUB Wonosobo, Senin (21/8) kemarin (ISTIMEWA).

WONOSOBO–Perkembangan media sosial menjadi berkah sekaligus ancaman. Karena aksesnya yang cepat, membuat informasi yang diterima masyarakat kadang menjadi pemicu disharmonisasi. Apalagi di tengah masyarakat yang tidak memiliki kecakapan dalam mengkoreksi sumber informasi.

“Musuh kita sekarang sudah berubah. Kalau dulu pakai senjata atau pakai meriam dan lain lain, namun sekarang ada di saku kita masing-masing,  yaitu media sosial yang gampang mem-framing dan memprovokasi kita semua,” ungkap Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonosobo, Zaenal Sukawi, di sela Musyawarah Daerah (Musda) FKUB di Pendopo Wakil Bupati, Senin (21/8) kemarin.

Selain itu, menurut ketua FKUB periode 2012-2017 ini, musuh yang perlu dilawan bersama adalah kebodohan dan pembodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan. Juga anarkisme dan terorisme, serta yang datang dari dalam diri masing-masing: egoisme dan rasa ingin menang sendiri.

“Karena hal itu, FKUB sebagai wadah keberagaman dan jembatan kerukunan antarumat beragama, mempunyai komitmen untuk bersama-sama bagaimana melawan musuh-musuh tersebut, demi membangun Wonosobo yang aman, damai, harmonis, dan religius di atas keragaman dan perbedaan.” Untuk mewujudkan hal itu, Sukawi mengungkapkan, FKUB lima tahun terakhir dalam programnya telah melakukan berbagai upaya membangun persamaan dan kebersamaan.

Juga meningkatkan kesadaran bahwa berbeda dan perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Sesuatu yang alamiah, yang harus disyukuri dan dinikmati. Serta, dikelola sehingga perbedaan akan menjadi indah. “Kami juga melakukan program peningkatan keyakinan dan keimanan bagi pemeluk agama masing-masing,” katanya.

Dengan meningkatnya spriritualitas, kata Sukawi, akan memberikan kontribusi tingkat keagamaan setiap insan menjadi lebih baik. Sebab,  semua agama mengajarkan kepada pemeluknya untuk menciptakan dan menjaga kedamaian dan kerukunan antarsesama.  “Anggota FKUB juga telah melakukan kedekatan personal antartokoh agama sehingga muncul kedekatan kolegial emosional dan spiritual, serta mengedukasi persuasi di balik perbedaan.”

Bupati Wonosobo Eko Purnomo berkesempatan hadir  untuk membuka Musda bersama Ketua DPRD Afif Nurhidayat dan anggota Forkopimda. Bupati  menyampaikan, Musda Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonosobo merupakan  langkah positif. Mengingat pemeliharaan kerukunan umat beragama sangat penting dan terkait langsung dengan kerukunan nasional dan kesatuan bangsa. (ali/isk)