33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Media Sosial Bisa Jadi Pemicu Harmonisasi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

WONOSOBO–Perkembangan media sosial menjadi berkah sekaligus ancaman. Karena aksesnya yang cepat, membuat informasi yang diterima masyarakat kadang menjadi pemicu disharmonisasi. Apalagi di tengah masyarakat yang tidak memiliki kecakapan dalam mengkoreksi sumber informasi.

“Musuh kita sekarang sudah berubah. Kalau dulu pakai senjata atau pakai meriam dan lain lain, namun sekarang ada di saku kita masing-masing,  yaitu media sosial yang gampang mem-framing dan memprovokasi kita semua,” ungkap Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonosobo, Zaenal Sukawi, di sela Musyawarah Daerah (Musda) FKUB di Pendopo Wakil Bupati, Senin (21/8) kemarin.

Selain itu, menurut ketua FKUB periode 2012-2017 ini, musuh yang perlu dilawan bersama adalah kebodohan dan pembodohan, kemiskinan, dan keterbelakangan. Juga anarkisme dan terorisme, serta yang datang dari dalam diri masing-masing: egoisme dan rasa ingin menang sendiri.

“Karena hal itu, FKUB sebagai wadah keberagaman dan jembatan kerukunan antarumat beragama, mempunyai komitmen untuk bersama-sama bagaimana melawan musuh-musuh tersebut, demi membangun Wonosobo yang aman, damai, harmonis, dan religius di atas keragaman dan perbedaan.” Untuk mewujudkan hal itu, Sukawi mengungkapkan, FKUB lima tahun terakhir dalam programnya telah melakukan berbagai upaya membangun persamaan dan kebersamaan.

Juga meningkatkan kesadaran bahwa berbeda dan perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Sesuatu yang alamiah, yang harus disyukuri dan dinikmati. Serta, dikelola sehingga perbedaan akan menjadi indah. “Kami juga melakukan program peningkatan keyakinan dan keimanan bagi pemeluk agama masing-masing,” katanya.

Dengan meningkatnya spriritualitas, kata Sukawi, akan memberikan kontribusi tingkat keagamaan setiap insan menjadi lebih baik. Sebab,  semua agama mengajarkan kepada pemeluknya untuk menciptakan dan menjaga kedamaian dan kerukunan antarsesama.  “Anggota FKUB juga telah melakukan kedekatan personal antartokoh agama sehingga muncul kedekatan kolegial emosional dan spiritual, serta mengedukasi persuasi di balik perbedaan.”

Bupati Wonosobo Eko Purnomo berkesempatan hadir  untuk membuka Musda bersama Ketua DPRD Afif Nurhidayat dan anggota Forkopimda. Bupati  menyampaikan, Musda Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Wonosobo merupakan  langkah positif. Mengingat pemeliharaan kerukunan umat beragama sangat penting dan terkait langsung dengan kerukunan nasional dan kesatuan bangsa. (ali/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pusat Oleh-Oleh Diserbu Pemudik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Arus balik Lebaran selalu membawa berkah bagi penjual oleh-oleh di Kota Semarang. Termasuk di Jalan Pandanaran Semarang. Hampir semua toko di...

Pencipta Lagu ‘Perdamaian’ Berpulang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pencipta lagu ‘Perdamaian’ yang dibawakan oleh Nasida Ria dan populer saat dinyanyikan kembali oleh kelompok band Gigi, KH Ahmad Buchori Masruri...

Angkringan Kamtibmas Jalin Kekeluargaan Warga

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Upaya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terus diupayakan oleh Polres Magelang Kota, terutama di wilayah rawan konflik. Salah satunya...

Suara Dua Cakades Kendalasem Sama

DEMAK-Ada yang menarik dan tergolong langka dalam pemilihan kepala desa (Pilkades) di Desa Kendalasem, Kecamatan Wedung. Setelah penghitungan suara, diketahui ada dua calon kepala...

Industri Pendukung Sepeda Motor Berkembang

SEMARANG – Propek cerah pasar otomotif Indonesia membuat berbagai industri pendukung lain juga berkembang. Salah satunya produk minyak pelumas. Pelumas sepeda motor asal Amerika...

Berharap BBWS Atur Pintu Air

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Dua desa terendam banjir akibat luapan Sungai Dombo dan rob. Yakni, Desa Sayung dan Desa Kalisari, Kecamatan Sayung. Camat Sayung, Sugeng Pujiono mengungkapkan,...