Manfaatkan Teknologi Percepat Pertumbunan Ekonomi

Huawei Adakan Undip Tech Day

383
DISKUSI : Vice President Huawei Indonesia Alex Cui (dua dari kanan) saat diskusi yang mengangkat tema Meningkatkan Konektivitas Melalui 5G di Kampus Undip Tembalang, kemarin (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG).
DISKUSI : Vice President Huawei Indonesia Alex Cui (dua dari kanan) saat diskusi yang mengangkat tema Meningkatkan Konektivitas Melalui 5G di Kampus Undip Tembalang, kemarin (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Berkembangnya teknologi saat ini, ternyata bisa dimanfaatkan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi. PT Huawei Tech Investment (Huawei Indonesia) berusaha mengajak ratusan mahasiswa dari Undip untuk lebih memanfaatkan teknologi guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi, utamanya yang berbasis digital.

Director Huawei Divice Indonesia, Lo Khing Seng mengatakan, berkembangnya teknologi termasuk perangkat internet dan smartphone saat ini bisa digunakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, salah satunya adalah ekonomi digital. Hal ini bisa dilihat dengan geliat ekonomi berbasis digital yang kemudian memacu pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

“Lihat saja berbagai aplikasi yang berbasis transportasi kian bertambah, selain itu juga jual beli online yang bisa memberdayakan masyarakat dalam proses jual beli,”katanya dalam Undip Tech Day, bersama Huawei yang mengangkat tema ‘Meningkatkan Konektivitas Melalui 5G,’ siang kemarin.

Menurut dia, kemajuan teknologi akses mobile broadband internet mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Saat ini dengan jaringan 4G LTE sudah bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Dimasa depan, internet berbasis 5G tentunya akan mempercepat lagi pertumbuhan ekonomi digital,” tambahnya.

Di tempat yang sama, Selina Wen selaku Director of Public Affairs and Communications, Huawei Indonesia mengungkapkan bahwa Huawei Indonesia memiliki kegiatan Tech Day yang menjadi bagian dari Huawei SmartGen. Secara nasional ada tujuh perguruan tinggi yakni ITB, Unpad, dan Telkom University. Kemudian untuk Surabaya ada Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, dan Universitas Indonesia (Jakarta).

Program SmartGen sendiri merupakan insiatif dari Huawei untuk mengembangkan kemampuan talenta muda dibidang TIK. Pasalnya Pada tahun 2025 Huawei memprediksi koneksi tidak hanya antara manusia dengan manusia. Adapun tujuannya adalah guna berbagi pengetahuan tentang perkembangan teknologi terkini dan pemanfaatannya bagi masyarakat.

Sementara terkait perkembangan 5G, Marketing Communication PT. Huawei Tech Investment, Yunny Christine menjelaskan jika dengan adanya akses mobile boardband internet berbasis 5G bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di masa depan. Sayangnya saat inu 5G masih dalam tahap pengembangan secara global.”Sekarang tuh 5G itu masih dalam tahap diskusi secara global. Karena ini lagi masuk dalam standarisasi. Secara komersial di perinci secara global itu mungkin paling cepet di tahun di tahun 2020. Kalau di Indonesia pastinya akan lebih lama,” tambahnya. (den/mg33)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here