Gudang Bulog Randugarut Disidik

424

SEMARANG– Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah melakukan penyidikan terhadap dugaan penyimpangan di gudang Bulog Randugarut, Semarang. Bahkan dalam kasus itu sejumlah saksi juga telah diperiksa, namun demikian dalam perkara yang merugikan negara sebesar Rp 6 miliar itu belum ada penetapan tersangka.

“Belum ada yang ditetapkan tersangka, tunggu saja. Kami masih memeriksa sejumlah saksi,” kata Kepala Kejati Jateng Sugeng Pudjianto, saat memberikan keterangan pers di kantornya, Senin (21/8).

Asisten Bidang Intelijen (Asintel) Kejati Jateng, Jacob Hendrik P. menambahkan,  penyidikan dilakukan menindaklanjuti informasi yang masuk ke kejaksaan. Penyimpangan tersebut terjadi pada periode Juni 2016- Juni 2017. Adapun, tindak pidana itu terungkap setelah terdapat selisih persediaan beras di gudang tersebut.

Ia mengaku, sudah ada surat penyidikan dalam perkara tersebut. Pihaknya saat ini, masih meminta keterangan saksi dan menyidik penyimpangan beras. “Dalam kasus itu, beras tidak disalurkan sesuai prosedurnya,” jelasnya.

Sebelumnya, kasus penyelewengan 885 ton beras pada 2015 di Gudang Bulog Baru Mangkang juga berhasil diungkap kejaksaan. Perkara tersebut menjerat Kepala Sub Divre Bulog Semarang tahun 2013-2015 Mustafa Kamal, mantan Kepala Gudang Bulog Baru Mangkang Sudarmono, serta juru timbang Agus Priyanto.

Dalam perkara ini, Mustafa akhirnya dijatuhi hukuman penjara selama satu tahun dan enam bulan serta denda Rp 50 juta. Ia dinyatakan terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melakukan perbuatan sebagaimana pasal 3 juncto pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 20/ 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Mustafa ini terbukti menyalahgunakan kewenangan dan jabatan untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain. Disisi lain, Sudarmono dijatuhi hukuman lima tahun penjara serta denda Rp 50 juta setara satu bulan kurungan. Ia yang dinyatakan terbukti bersalah sesuai pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juga dikenakan hukuman membayar uang pengganti kerugian negara Rp 6,3 miliar. (jks/zal)