Go-Jek Beroperasi Tanpa Identitas

Sopir Angkot Kembali Demo

538
DEMO LAGI: Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat berdialog dengan awak angkutan umum yang berdemo menolak keberadaan transportasi online, Senin (21/8) (IST).
DEMO LAGI: Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat berdialog dengan awak angkutan umum yang berdemo menolak keberadaan transportasi online, Senin (21/8) (IST).

SALATIGA – Awak angkutan kota yang tergabung dalam Induk Paguyuban Angkutan Kota Salatiga (IPAS) kembali menggelar aksi demo dan mogok operasi, Senin (21/8). Mereka menolak keberadaan angkutan transportasi online yang masih beroperasi meski tanpa identitas resmi.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto akhirnya melayangkan surat kepada manajemen Go-Jek. Surat tersebut memuat tiga poin. Yaitu penghentian perekrutan pengemudi Go-Jek, menutup layanan aplikasi Go-Jek dan peringatan agar tidak membuka kantor perwakilan Go-Jek sampai ada izin dari pemerintah Kota Salatiga.

Demo yang diikuti ratusan armada angkutan kota tersebut menutup jalan di sekitar bundaran Tamansari dan ujung Jalan Diponegoro dan Jalan Jenderal Sudirman. Pada kesempatan tersebut Pemkot Salatiga menghadirkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk berdialog dengan kedua belah pihak di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga.

Setelah berdialog dengan perwakilan IPAS, Yuliyanto beserta Forkopimda turun ke lapangan untuk berdialog langsung dengan para awak angkutan kota. “Saya sampaikan apresiasi karena penyampaian aspirasi ini tetap dilaksanakan dengan tertib, santun dan aman. Kami melayangkan surat kepada Go-Jek yang intinya adalah penegasan bahwa operasional Go-Jek harus dihentikan sampai dengan ada izin,” katanya.

Ia menjelaskan, pelayangan surat tersebut dimaksudkan untuk menjaga kondusivitas kota Salatiga. Karena pada dasarnya kedua belah pihak adalah sama-sama anak-anak Salatiga, maka Yuliyanto menekankan akan pentingnya dialog, duduk bersama untuk bersama mencari solusi yang bisa memayungi kedua belah pihak. “Kami berharap agar tidak ada gesekan di tingkat bawah, Forkopimda tetap mengawal upaya tersebut supaya kondusivitas Salatiga tetap terjaga,” jelasnya.

Ketua IPAS Agus Siswanto mengatakan, pihaknya selama ini selalu menahan untuk tidak berbuat anarkis. Pihaknya mengamati dari jaringan online bahwa Go-Jek ternyata masih beroperasi tanpa mengenakan jaket identitas Go-Jek. “Tindakan Go-Jek yang beroperasi secara sembunyi-sembunyi ini jelas meresahkan para awak angkutan. Saya selaku ketua IPAS selalu mengimbau awak angkutan untuk tidak berbuat anarkis. Kami berharap agar pertemuan ini tidak menimbulkan multitafsir dan ada solusi,” kata Agus.

Hal yang senada juga disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Salatiga, Teddy Sulistio. Ia menekankan pada aspek penegakan surat dari wali kota tersebut. “Kesepakatan dengan pihak Go-Jek adalah aspek yang penting. Tanpa hal tersebut kejadian ini akan selalu berulang. Surat Wali Kota ini juga harus ditegakkan di lapangan, aspek penegakannya harus dipastikan berjalan. Setelah itu kita cari solusi bersama,” kata Teddy. (sas/ton)