LOKAKARYA: Dosen UM Magelang mengikuti lokakarya pekerti untuk meningkatkan kapasitasnya dalam mengajar (HUMAS UM MAGELANG UNTUK JP RADAR KEDU).
LOKAKARYA: Dosen UM Magelang mengikuti lokakarya pekerti untuk meningkatkan kapasitasnya dalam mengajar (HUMAS UM MAGELANG UNTUK JP RADAR KEDU).

MUNGKID—Dosen merupakan jiwa dari perguruan tinggi. Sedangkan akreditasi merupakan nyawa dari perguruan tinggi. Sehingga pengajar dituntut memiliki Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan strategi pembelajaran yang baik.

“Adapun indikator mutu perguruan tinggi, ditentukan oleh lulusan yang faktor pengungkitnya adalah dosen. Karena itu, dosen harus bermutu yang didapat dari pengalaman hidupnya, interaksi social, serta jenjangan pendidikan, mulai S1, S2, dan S3,” kata Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. DYP Sugiharto M.Pd.Kons, saat penjadi pemateri dalam Lokakarya Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti) di UM Magelang, Senin (21/8) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Sugiharto menyampaikan materi berjudul Strategi Peningkatan Kualitas Pendidikan Tinggi dan Kebijakan Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah. Selain Sugiharto, lima penyaji lainnya akan menjadi narasumber dalam acara tersebut.

Mereka adalah Prof. Dr. Sisunandar M.Pd, Dr. Listyaning Sumardiyani, M.Hum, Wawan Laksito M.Kom, Dr, Peni Pujiastuti M,Si, serta Dr. Katharina Ruspita, M.Pd.

Sugiharto berpesan kepada seluruh peserta lokakarya agar mengikuti acara hingga selesai. Sebab sertifikat peserta berlaku secara nasional. Termasuk, digunakan untuk pengajuan sertifikasi dosen.

Terkait akreditasi, Sugiharto selaku koordinator Kopertis menyampaikan bahwa akreditasi ulang harus dilakukan enam bulan sebelum batas waktu habis. Sehingga akreditasi tidak kedaluawrsa.

“Selain itu, dengan adanya sistem informasi jabatan fungsional go online yang telah di-launching Kopertis VI beberapa waktu lalu , pengajuan jabatan fungsional dosen tidak perlu dilakukan secara konvesional dengan menyetor kelengkapan ke Kopertis. Tapi cukup dengan mengisi secara online sehingga data dapat terdokumentasi lebih ringkas.”

Rektor UM Magelang Ir, Eko Muh Widodo MT dalam sambutannya mengatakan, UM Magelang memiliki tiga fokus kegiatan. Yakni, penguatan kelembagaan, catur dharma perguruan tinggi, serta pengembangan kemahasiswaan.

“Penguatan kelembagaan dilakukan pada lingkup program studi, LP3M, serta perpustakaan. Satu prodi UM Magelang, yakni Hukum Ekonomi Syariah telah terakreditasi A. Kami targetkan tiga hingga empat prodi lainnya juga segera menyusul.”

Rektor juga menyampaikan, tahun ini pengabdian pada masyarakat UM Magelang berhasil masuk klaster sangat bagus. Yakni, menduduki rangking 40 tingkat nasional serta rangking 2 PTM se-Indonesia. (sct/vie/isk)