KREATIF: Siswa-siswi MAN Wonosobo mengenakan busana berbahan dasar koran yang dilombakan (ZAIN ZAINUDIN/JAWA POS RADAR KEDU).
KREATIF: Siswa-siswi MAN Wonosobo mengenakan busana berbahan dasar koran yang dilombakan (ZAIN ZAINUDIN/JAWA POS RADAR KEDU).

WONOSOBO—Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Wonosobo kembali menggelar lomba fashion berbahan dasar koran. Hasilnya mencengangkan. Siswa-siswi mampu menyulap koran-koran bekas menjadi aneka jenis busana yang cukup indah dan kental kreativitas.

“Harapan kita, siswa menjadi lebih kreatif. Nalar kreatifnya bisa muncul dengan lomba semacam itu,” katu Humas MAN, Makruf, Senin (21/8) kemarin.

Mengapa koran yang dipilih sebagai bahan baku pengganti kain? Makruf menyampaikan, karena harganya relatif murah. Kedua, nalar kreatif siswa bisa lebih terpancing. Dengan kontur bahan baku yang tidak seelastis kain, gampang sobek—juga coraknya tidak menentu—menuntut proses pembuatan pakaian jadi sulit.

“Nah, di situlah barangkali yang dinamakan kreativitas tanpa batas. Apapun bisa diolah, dikreasi menjadi lebih indah dan lebih bernilai.”

Makruf mengakui, pakaian berbahan dasar koran bukan hal baru di Wonosobo. Fashion berbahan koran, telah banyak mewarnai berbagai even. “Kalau dengan koran saja dia bisa, saya yakin siswa bisa lebih bagus lagi saat membuat pakaian dari kain sungguhan.”

Dikatakan, lomba fashion berbahan dasar koran masih dalam rangkaian memeriahkan HUT ke-72 Kemerdekaan RI. MAN bertekad akan semakin intens mengadakan kegiatan-kegiatan serupa.

“Ekonomi kreatif akan semakin menarik 5-10 tahun ke depan. Kita (sekolah) harus mulai intens menyiapkan kader muda bangsa yang kreatif. Pandai saja, saya pikir tidaklah cukup nalar kreatif. Harus ada di masing-masing siswa.” (cr2/isk)