6 Bulan, Investor BukaReksa Capai 35 Ribu

540
EDUKASI – Bukalapak bersama CIMB Principal Asset Management dan OJK mengedukasi masyarakat terkait investasi reksa dana (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG).
EDUKASI – Bukalapak bersama CIMB Principal Asset Management dan OJK mengedukasi masyarakat terkait investasi reksa dana (NURUL PRATIDINA / JAWAPOS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Bukalapak resmi meluncurkan Buka Reksa, sebuah fitur reksa dana online pada Januari lalu. Dalam kurun waktu enam bulan, sebanyak 35 ribu investor telah menginvestasikan dana mereka.

Business Development Manager Bukalapak, Gahayu Handari mengatakan, target awal saat kali pertama diluncurkan  sebetulnya target kami dapat menggaet sebanyak 25 ribu investor. Namun sepanjang semester I ternyata investor mencapai 35 ribu, dengan kontribusi kota Semarang sebanyak 700 investor.

“Karena dalam semester I target terpenuhi bahkan terlampaui, maka hingga akhir tahun kami harapkan investor dapat bertambah hingga mencapai 50 ribu,”ujarnya di sela Roadshow edukasi BukaReksa, baru-baru ini.

Saat ini, lanjutnya, produk yang ditawarkan melalui fitur BukaReksa ini baru sebatas reksa dana pasar uang dan pasar uang syariah. Dari 35 ribu investor tersebut, dana yang terkumpul dari produk reksa dana pasar uang mencapai Rp 17 miliar, sedangkan syariah mencapai Rp 15 miliar.

Ke depan pihaknya juga mengharapkan ada pertumbuhan signifikan baik dari sisi investor maupun dana. Oleh karena itu, pihaknya juga gencar mengedukasi masyarakat terkait investasi. Diantaranya dengan roadshow Buka Reksa bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan dan CIMB Principal Asset Management ke sejumlah kota-kota yang dinilai cukup potensial. Salah satunya Semarang.

“Pertumbuhan ekonomi di Semarang cukup baik, pelapak Bukalapak juga cukup banyak di kota ini. Oleh karena itu kami roadshow di kota ini sebagai salah satu upaya untuk lebih meningkatkan literasi investasi serta keamanan dalam berinvestasi,”ujarnya.

Head of Business Alliance PT CIMB – Principal Asset Management, Armi Avianti menambahkan, minat masyarakat terhadap reksadana di Indonesia sudah cukup besar. “Dengan rangkaian edukasi ini, kami berharap para Pelapak dan masyarakat dapat memahami kinerja reksadana agar dapat dimanfaatkan secara optimal,”imbuhnya. (dn/zal)