PERDAMAIAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menandatangani prasasti peresmian monumen 40 Tahun EASE di kampus UKSW, Jumat (18/8) (IST).
PERDAMAIAN: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menandatangani prasasti peresmian monumen 40 Tahun EASE di kampus UKSW, Jumat (18/8) (IST).

SALATIGA – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi program EASE (East Asia Student Encounter), jalinan kerjasama antara Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga dengan Kwansei Gakuin University (KGU) Jepang yang telah memasuki usia 40 tahun. Menurut Ganjar, untuk mempertahankan jalinan kerjasama sampai puluhan tahun dengan negara lain tentu bukan hal yang mudah, perlu kerja keras.

“Saya mendorong kerjasama dikembangkan dalam hal teknologi seperti transportasi dan juga energi terbarukan. Hal ini yang sedang kita butuhkan sekarang ,” kata Ganjar saat meresmian Monumen 40 Tahun EASE di kampus UKSW, Jumat (18/8).

Peresmian ditandai dengan pelepasan burung merpati yang melambangkan perdamaian oleh Gubernur Jawa Tengah, Rektor UKSW Prof  John A Titaley, Wakil Rektor Kwansei Gakuin University (KGU) Jepang Prof Takahiro Shinyo, dan Direktur Pusat Informasi dan Kebudayaan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia Ryo Nakamura. Peresmian juga ditandai dengan penandatanganan prasasti monumen oleh Gubernur Jawa Tengah.

Rektor UKSW dalam sambutannya mengungkapkan, memasuki usia 40 tahun, EASE yang pada awalnya berupa program pertemuan mahasiswa telah mengawali perkembangan. Saat ini EASE juga berkembang menjadi kegiatan penelitian bersama, pertukaran kebudayaan, pertukaran dosen. Saat ini juga sedang dibicarakan rencana kerjasama sosial seperti sister city antara Semarang dan Salatiga dengan kota di Jepang.

“Kerjasama ini semakin diperluas, tidak hanya dalam hal mahasiswa tetapi juga dalam bidang lainnya. Namun yang menjadi ujung tombak tetap program pertemuan dan pertukaran mahasiswa,” kata John A Titaley.

Monumen 40 tahun EASE di dekat Balairung Universitas ini dibangun atas swadaya alumni EASE yang saat ini ada sekitar 900 orang, baik dari UKSW dan KGU Jepang. Monumen dilengkapi dengan globe dan juga burung merpati yang menjadi lambang perdamaian. Globe dan burung merpati sesuai dengan logo EASE dan juga misi EASE yaitu EASE for the peace of the world. (sas/ton)