IST Bambang Sukarno
IST Bambang Sukarno

TEMANGGUNG–Bupati Temanggung Bambang Sukarno sudah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat soal berbagai dugaan masalah yang membelit objek wisata Pikatan Water Park. “Ya, saya sudah terima (LHP) dari Inspektorat,” kata Bambang, di sela menyaksikan karnaval pembangunan Temanggung, Minggu (20/8) kemarin.

Kata Bambang, pihaknya akan mempelajari dan mendalami laporan tersebut. Apakah ditemukan unsur kerugian dalam LHP tersebut? Bambang menggeleng. “Kalau dirugikan mungkin tidak, akan kita dikaji dulu,” ucapnya.

Yang pasti, kata Bupati Bambang, pascamundurnya Direktur Perusahaan Daerah (PD) Bhumi Phala Temanggung (pengelola wisata Pikatan Water Park) Raharja Tri Kumuda dari jabatannya, Pemkab sudah menyiapkan seorang calon Pelaksana Tugas (Plt) Direkturr

“Sudah kami siapkan. Dalam waktu dekat, akan saya tunjuk Plt yang mengantikan direktur Pikatan lama (Raharja Tri Kumuda),” kata Bambang.

Bambang menjelaskan, Plt akan diisi oleh PNS di lingkungan Pemkab. Plt akan mengantikan posisi direktur Pikatan selama belum ada penganti direktur atau direktur definitif. “Nanti setelah Plt bekerja, tugas-tugas direktur untuk sementara akan ditangani oleh Plt.”

Bambang menyampaikan, direktur Pikatan saat ini sudah resmi mundur. Maka, selama belum ada Plt yang menjabat, tugas direktur akan diganti oleh karyawan dengan jabatan tertinggi di Pikatan. “Surat pengunduran resmi sudah ada dan ditandatangani.”

Seperti diberitakan koran ini sebelumnya, pria yang intim disapa Kumuda, menandatangani surat pengunduran diri sebagai direktur saat diminta oleh karyawan untuk mundur pada Minggu (13/8) lalu. Penandatanganan disaksikan perwakilan Polres Temanggung, Kodim 0706 Temanggung, dan Badan Pengawas (Banwa) PD Bhumi Phala.

Kumuda mengaku siap mempertanggungjawabkan perbuatanya selama dia memimpin perusahaan. “Saya taat hukum, siap bertanggung jawab. Bukan yang salah atau benar, tapi membuktikan kebenaran di hadapan hukum,” tegas Kumuda.

Kumuda juga membantah telah melakukan penyalahgunaan anggaran yang menyebabkan kerugian perusahaan. Selama dirinya menjabat sebagai direktur, perusahaan dalam kondisi sehat. Bahkan, bahkan pada 2016, Pikatan memiliki laba bersih sekitar Rp 1,3 miliar.

“Berdasarkan laporan hasil audit dari Kantor Akuntan Publik (KAP) tahun buku 2016 dan akumulasi laporan perusahaan periode Januari hingga Juli 2017, perusahaan tidak pernah mengalami kerugian.” (san/isk)