Karang Taruna Bedah Rumah Bu Tumirah

Berdayakan Masyarakat Kurang Mampu di Desa Mlaten

528
BEDAH RUMAH : Wakil Ketua Karang Taruna Kabupaten Demak, Saiful Hadi SSos didampingi sejumlah pengurus lainnya membantu bedah rumah milik Tumirah di Desa Mlaten, Kecamatan Mijen, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).
BEDAH RUMAH : Wakil Ketua Karang Taruna Kabupaten Demak, Saiful Hadi SSos didampingi sejumlah pengurus lainnya membantu bedah rumah milik Tumirah di Desa Mlaten, Kecamatan Mijen, kemarin (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG).

DEMAK-Bakti sosial (Baksos) Karang Taruna Kabupaten Demak patut diapresiasi. Ini seperti yang dilakukan di Desa Mlaten, Kecamatan Mijen.

Wakil Ketua Karang Taruna Kabupaten Demak, Saiful Hadi, Ssos memimpin langsung bedah rumah milik Tumirah, warga RT 3 RW 1, Desa Mlaten tersebut. Aksi nyata membantu membangun rumah warga kurang mampu secara ekonomi ini merupakan panggilan jiwa. “Kebetulan saya putra daerah dari Desa Mlaten ini,” ujar Saiful didampingi pengurus Karang Taruna lainnya. Yaitu, Zaenal Muztaba, STHI (selaku bidang Database), Ferinta Selma Yasmin, SpdI (Bendahara), Niken Salindri, S.Kel (Sekretaris 2), dan Ali Rahmadin (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan/TKSK).

Menurut Saiful, anggaran bedah rumah sebesar Rp 10 juta untuk membangun rumah Tumirah ini di antaranya hasil jimpitan dari Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Kabupaten Demak. “Adapun kekurangannya saya tomboki. Bantuan ini hanyalah stimulan. Sebab, anggaran sebesar itu sebetulnya tidak cukup untuk bedah rumah,” katanya.

Saiful menambahkan, Karang Taruna harus menjadi gerakan yang menginspirasi serta menjadi pionir untuk memberdayakan masyarakat. Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Sosial (Permensos) nomor 23 tahun 2013 tentang Pemberdayaan Karang Taruna.

Karena itu, kata dia, diharapkan aksi nyata seperti itu dapat menjadi inspirasi bagi elemen masyarakat lainnya dalam membantu masyarakat atau warga miskin.

“Karang Taruna itu mestinya memang harus bisa memberdayakan dan bukan diberdayakan. Kita ubah mindset dari objek menjadi subjek. Karang Taruna harus bisa mandiri dengan cara berwirausaha. Dengan demikian, kita dapat mensejahterakan masyarakat,” ujar Saiful Hadi yang juga menjabat Bidang SDM di Karang Taruna Provinsi Jateng ini.

Ke depan, lanjut dia, Karang Taruna lebih aktif lagi dan secepatnya melakukan temu karya sehingga mudah berkoordinasi. Sementara itu, adanya bantuan bedah rumah dari Karang Taruna Demak tersebut, membuat Tumirah tersenyum.

Ia senang karena impiannya sejak lama bahwa rumahnya dapat dibangun dapat terwujud. “Maturnuwun Mas Saiful Hadi dan kawan-kawannya di Karang Taruna atas bantuan bedah rumah ini,” katanya.

Dia menceritakan, rumahnya dulu yang terbuat dari kayu campuran bambu sudah reyot dan nyaris ambruk. Sebab, kondisinya sudah miring selama 10 tahun terakhir. Sebetulnya, sudah 7 tahun ia menunggu bantuan dari pemerintah, namun belum terealisasi.

Tokoh masyarakat Desa Mlaten, KH Masrudin mengatakan, bedah rumah Tumirah dianggarkan Rp 20 juta. Yakni, Rp 10 juta dari Karang Taruna dan sisanya dari gotong royong warga di RT dan RW setempat serta dari Pamsimas Rp 1 juta. “Adanya bantuan dari Karang Taruna ini sangat berarti bagi Bu Tumirah,” katanya.

Senada disampaikan Fahrudin Bejo, tokoh masyarakat lainnya. “Mudah-mudahan, ini bisa menginspirasi masyarakat lainnya untuk ikut membantu warga yang betul-betul membutuhkan,” katanya. (hib/bis/ida)