33 C
Semarang
Sabtu, 6 Juni 2020

Bupati Mirna Pulangkan Nelayan Kendal di Mimika

Another

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen...

KENDAL-Sebanyak 116 nelayan asal Jateng yang terlibat konflik dengan nelayan Mimika, Papua akhirnya dipulangkan. Sebanyak 85 orang di antaranya merupakan nelayan asal Kendal yang tidak bisa kembali lantaran tidak memiliki uang. Minggu (20/8) kemarin, 116 nelayan itu tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang. Mereka diangkut menggunakan pesawat Hercules A-1328 milik TNI Angkatan Udara (AU) RI. Kedatangan mereka disambut oleh Bupati Kendal, Mirna Annisa.

Mirna mengaku sangat prihatin dengan musibah yang dialami para nelayan Kendal. Karena itu, ia bersama jajaran forum komunikasi pemimpin daerah (Forkompimda) di Kendal, yakni Dandim 0715 dan Kapolres Kendal, serta dari Pemerintah Provinsi Jateng dan DPRD Jateng melakukan koordinasi untuk melakukan penjemputan.

Ia mengaku mendapatkan kabar dari Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) di Distrik Wania, Mimika Timur, Papua, jika ada warga Kendal yang tidak bisa kembali ke kampung halaman lantaran terlibat konflik dengan nelayan adat. Kurang lebih ada 135 nelayan, di mana 105 di antaranya adalah nelayan asal Kendal.

“Katanya ada ratusan nelayan Kendal yang tidak bisa pulang karena adanya larangan melaut di perairan Mimika. Kami kemudian berkoordinasi dengan Kodim dan Pemprov Jateng. Hasilnya, kami bisa memulangkan para nelayan dengan pesawat Hercules ini,” tuturnya, kemarin (20/8).

Ia berharap para nelayan tersebut sementara waktu bekerja atau melaut di Kendal. Jika ingin kembali ke Mimika, tunggu sampai ada waktu kesepakatan antara pemerintah dengan nelayan adat Mimika.

Dari Bandara Ahmad Yani, para nelayan diangkut ke Kendal menggunakan dua unit bus. Sebelumnya, mereka transit untuk makan, kemudian dibawa ke Asrama Haji di Gedung Islamic Center Kelurahan Bugangin. Para nelayan itu menjalani tes pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bebas dari virus malaria maupun virus lainnya.

Sunar, 46, salah satu nelayan asal Rowosari mengatakan, jika dirinya tidak bisa bekerja selama sebulan lebih sejak adanya konflik dengan nelayan Mimika.

“Sejak datang pertama ke Mimika, kami sudah tidak bisa bekerja. Kami sempat ditahan oleh nelayan adat, dan akhirnya dibebaskan dan tinggal di Sekretariat KKJB. Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Bupati Kendal,” katanya.

Ia mengaku tidak tahu lagi nasibnya, jika Pemkab Kendal maupun Bupati Kendal tidak menjemput para nelayan di sana. “Kami sempat ditahan, ditodong menggunakan tombak. Sampai kami ketakutan di sana. Beruntung kami masih bisa pulang dengan selamat,” ujarnya.

Kepala Kesbangpol Kendal, Ferinando Rad Bonay, mengatakan, dari 116 nelayan yang dipulangkan menggunakan pesawat Hercules, 85 orang di antaranya adalah nelayan Kendal. Sisanya merupakan nelayan dari Jateng. Seperti Tegal, Brebes, Pemalang, Pekalongan Kota Semarang, Demak dan Pati.

“Konfliknya bukan konflik suku, agama ras, antar golongan. Melainkan konflik ekonomi saja. Yakni, perebutan daerah perairan pencarian ikan. Di mana nelayan Mimika tidak suka jika nelayan di luar Mimika mencari ikan dengan cara modern yang hasilnya lebih banyak,” tuturnya.

Nelayan Mimika sendiri masih mencari ikan dengan cara tradisional. Mereka mencari ikan secukupnya untuk dimakan, dan sisanya dijual untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Sementara nelayan dari Jawa, mencari ikan dengan kapal besar dan tangkapan ikannya banyak.

“Sehingga mereka sempat menahan kapal tempat warga Kendal bekerja. Mereka minta agar diganti secara adat. Yakni, berupa ganti rugi untuk bisa mengambil kapal serta ganti rugi selama mereka mencari ikan di perairan laut Mimika,” tandasnya. (bud/adv/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot: Bisa Tampil di Acaranya Mahasiswa Saja Saya Sudah Senang (16)

Di Jogjakarta, Didi Kempot berkonser, berkolaborasi, dan bertemu anak muda Papua yang fasih menyanyikan lagu-lagunya. Artis besar yang sama...

Kenangan dan Kesan Tak Terlupa Bekerja Bareng sang Legenda

Yuni Shara antusias saat ditawari berduet dengan Didi Kempot meski akhirnya tak sempat bertemu sampai selesai rekaman. Soimah juga terus ingat satu nasihat dari...

Didi Kempot Berkawan dengan Berbagai Kalangan (14)

Karya-karyanya yang sukses melewati semua demarkasi pendengar musik mengantarkan Didi Kempot pada persahabatan yang tak pandang bulu. Dari pengamen sampai presiden. T.M. BAYUAJI-K. ULUM, BAYU...

Setan Sembunyi

Surabaya tidak lagi hanya merah. Tapi merah kehitaman. Pertanda wabah Covid-19 kian mengkhawatirkan. Apalagi ada berita medsos yang agak ngawur sebelumnya: Surabaya bisa seperti Wuhan....

Religiusitas dan Kedekatan Didi Kempot dengan Kaum Santri (13)

Ada sejumlah lagu Didi Kempot yang memperlihatkan sisi religiusitas maestro campursari itu, termasuk satu di antaranya yang belum sempat dirilis. Menurut para sahabat, yang...

More Articles Like This

Must Read

Bersihkan Patung Budha dengan Air Wangi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Menjelang perayaan Tri Suci Waisak 2562 BE/2018, sejumlah bhikku membersihkan patung Budha di halaman Vihara Mahavira Graha Semarang di bilangan Jalan Marina Raya...

Pangudi Luhur Sabet 4 Gelar

SALATIGA - Pergelaran Drumband Pelajar Salatiga Open 2017 yang digelar belum lama ini mengembalikan SMP Pangudi Luhur sebagai jawara. Sekolah ini telah lama memiliki...

Golkar Targetkan 20 Persen Suara

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG –  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Semarang menargetkan 20 persen suara dalam pemilihan legislatif 2019 mendatang. “Target kami bisa memperoleh suara...

Pekan Depan Umumkan Panglima Tempur

“Kepemimpinan pertempuran secara provinsi akan dibicarakan dengan parpol lain. Tim kampanye masih sementara, nanti kita ganti, KPU juga membolehkan. Yang pasti sebelum kampanye, pasti...

Emas, Rumah, Ternak Diamuk Si Jago Merah

MUNGKID—Sebuah rumah di Dusun Sedengen, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Senin (21/8) kemarin, ludes terbakar. Rumah yang dimaksud milik Sumadi, 40. Tidak hanya...

Pensiun Bukan Halangan untuk Terus Mengabdi

WONOSOBO – Sebanyak 36 pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Wonosobo pensiun. Bupati Wonosobo Eko Purnomo menyerahkan surat keputusan (SK) pensiun di pendopo...