33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Balon Udara Wajib Ditambatkan Agar Tidak Ganggu Penerbangan Sipil

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

WONOSOBO–Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, Sabtu (19/8), menginisiasi uji coba penerbangan balon udara tradisional dengan metode ditambatkan di Wonosobo.

Kegiatan ini merangkul sejumlah komunitas balon udara setempat. Hasilnya, balon-balon udara tradisional yang ditambatkan, berhasil mengudara dengan aman dan terkendali, sesuai peraturan penerbangan sipil.

Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Didiet K. S. Radityo, menjelaskan, keberhasilan uji coba ini hasil kerja sama luar biasa antara AirNav Indonesia, Pemkab Wonosobo dan masyarakat Wonosobo. “Kami merumuskan standar penerbangan balon udara yang ditambatkan ini bersama-sama, berdasarkan best practice yang dilakukan komunitas balon udara Wonosobo, diselaraskan dengan peraturan penerbangan sipil yang berlaku di domestik maupun internasional.”

Soal balon udara, kata Didiet, sangat penting diatur penerbangannya. Sebab, penerbangan balon udara tradisional menjadi perhatian serius dunia penerbangan.

“Pada periode angkutan Lebaran tahun ini, laporan pilot kepada kami mengenai balon udara naik 450 persen, dari 14 laporan pada 2016 menjadi 63 laporan pada 2017. 44 persen laporan mengatakan melihat balon udara pada ketinggian di atas 25 ribu kaki, ini sangat berbahaya bagi keselamatan penerbangan,” papar Didiet.

Sebab, lanjut Didiet, balon udara dapat menimbulkan gangguan, bahkan kerusakan pada kinerja pesawat udara. “Jika balon udara terhisap mesin pesawat, maka bisa merusak. Bahkan, mengakibatkan mesin mati. Bila tersangkut di sayap, sirip atau moncong pesawat, maka akan mengganggu fungsi kendali dan sensor pesawat. Saat kami menjelaskan hal ini kepada masyarakat, ternyata mereka memang baru mengetahui bahaya menerbangkan balon udara yang tidak ditambatkan,” terangnya.

Sebagai satu-satunya operator penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan di ruang udara Indonesia, AirNav Indonesia memberikan perhatian khusus terhadap isu ini.

“Pemberitaannya sangat luar biasa pada angkutan Lebaran lalu. Bahkan, media internasional turut mengulas mengenai hal ini. Maka dari itu, penerbangan balon udara tradisional ini perlu kita standarkan selaras dengan aturan penerbangan sipil, karena menyangkut citra Indonesia di mata internasional,” ucap Didiet.

Sebelumnya, AirNav Indonesia bersama dengan Pemkab Wonosobo dan seluruh pemangku kepentingan lain, telah mencapai kesepakatan dengan komunitas balon udara Wonosobo pada 13 Juli 2017 lalu. “Berdasarkan MoU tersebut, kami tindak lanjuti dengan merumuskan standar penerbangan balon udara tradisional dengan cara ditambatkan. Mulai dari bahan, jenis, ukuran balon udara maupun tali, dan mekanisme penambatannya. Hasilnya bisa dilihat tadi bahwa dua balon udara dapat terbang dengan aman dan turun lagi dengan aman pula tanpa mengakibatkan gangguan apapun. Masyarakat juga dapat menikmatinya lebih lama.”

Didiet berharap, uji coba di Wonosobo dapat menjadi referensi bagi daerah-daerah lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang memiliki tradisi menerbangkan balon udara. (cr2/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Beri Motivasi Siswa SMK Berkompetisi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Yamaha menggelar kontes Technician Grand Prix (ITGP) dan SMK Nasional 2018 untuk memotivasi pelajar SMK berkompetisi. Dari dua kontes tersebut, Ardhi...

Aplikasi Android Permudah Siswa Pelajari Food Additive

RADARSEMARANG.COM - Semakin banyaknya jenis makanan yang beredar di masyarakat, makin banyak pula ragam pengolahan yang diterapkan pada bahan pangan. Pengolahan bahan pangan yang...

Arbani Siapkan Umrah Ramadan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tak butuh waktu lama bagi Arbani Tour & Travel Umrah untuk bisa merebut hati masyarakat kota Semarang dan sekitarnya. Berkat berbagai...

Malapraktik Tukang Gigi

RADARSEMARANG.COM - Ibu Dini S Purwono yang saya hormati. Beberapa hari lalu, saudara saya memasang behel atau kawat gigi di tempat praktik tukang gigi...

Harus Manusiawi, Jangan Hanya PAD

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Semarang didorong melakukan evaluasi terhadap pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kota Semarang selama ini. Pasalnya, banyak pembangunan JPO yang fungsinya...

Perangi Bullying, Sripun Banjir Dukungan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Berbagai dukungan moral membanjiri Sripun dan rekannya yang tergabung dalam tim anti perundungan (bullying) SMP N 17 Semarang. Apalagi saat sekolah...