33 C
Semarang
Kamis, 9 Juli 2020

Tak Gampang, Butuh Riset dan Referensi

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

BUTUH riset untuk menciptakan beragam tarian. Sebagaimana yang dilakukan dosen seni dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Bintang Hanggoro Putro saat menciptakan Tari Denok pada tahun 1995 silam. Kini tarian tersebut, ditetapkan sebagai tarian khas Semarang. “Menciptakan tari ini melalui riset, eksplorasi kemudian dibuat koreografinya yang dikembangkan dari penemuan musik Gambang Semarang,” katanya.

Menurut Bintang, menciptakan tarian bukan perkara mudah. Dari riset yang ia kembangkan, tidak ditemukan pola atau acuan seperti apa tarian Semarangan itu sendiri, terlebih lagi tidak ada referensi terkait tari Semarangan. Namun dari kesenian Gambang Semarang yang konon terdiri atas musik, lawak dan tarian. “Tarian Semarang tidak menemukan. Yang bisa ditemukan hanya musiknya saja (Gambang Semarang, red), jadi saat itu agak kesulitan,” tuturnya.

Masih dari penelitiian yang ia lakukan, kontur Kota Semarang yang unik yakni perbukitan dan pesisir, akhirnya Tarian Denok diwujudkan dengan pola gerak diagonal sekaligus patahan diseusikan dengan kondisi geografis Kota Semarang. Contohnya saja dari segi geologis, dimana ada patahan di kota ini digambarkan dengan koreografi duduk dan berdiri, sementara dari segi geografis diwujudkan dengan gerakan diagonal. “Dari sisi sosial budaya yakni Jawa, China dan Arab, juga turut andil dalam koreografi Tarian Denok,” jelasnya.

Seiring berkembangnya zaman, Tari Denok menjadi panutan beberapa sanggar seni yang kemudian diturunkan menjadi jenis tarian lainnya. Tari Denok sendiri, lanjut dia, adalah tarian yang dimainkan oleh wanita atau dalam bahasa Jawa Denok adalah panggilan untuk anak perempuan.

“Tarian ini lahir dengan tari Gambang Semarangan. Kebetulan memang penciptanya teman saya. Bedanya adalah Tarian Gambang Semarangan adalah tari pasangan cowok cewek atau tarian pergaulan,” katanya.

Pria kelahiran Madiun 8 Februari 1960 ini mengaku sangat mengapresiasi langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang kerap mengadakan lomba tari tradisional khas Semarangan, termasuk salah satu tarian yang ia ciptakan yakni Tari Denok yang dalam waktu dekat akan dilombakan di tingkat Kota Semarang. “Saya berharap apa yang saya ciptakan bisa bermanfaat bagi Kota Semarang. Selain itu, saya juga ingin semakin banyak orang yang mempelajari tarian ini,” ujarnya.

Ketika ditanya apakah ada rencana untuk kembali mengeksplorasi dan menciptakan tarian baru khas Semarangan, Bintang mengaku akan terus berkarya dan menciptakan tarian lain. Selain Tarian Semarangan, Bintang sendiri menciptakan tarian khusus bagi Unnes misalnya tari Panji Unnes yang menceritakan 8 fakultas yang ada di Unnes sebagai penyangga Unnes. Yang terbaru adalah Tari Konservasi yang menceritakan 8 nilai konservasi Unnes, bahkan tarian ini pada tahun 2015 lalu tercatat masuk MURI yang ditarikan 5000 orang. “Keinganannya mencoba terus berkarya. Ke depan tentu akan memikirkan pola yang lebih baru, mudah-mudahan bisa memangkat pariwisata Kota Semarang,” tutupnya. (den/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pilih Daging Segar dan Dimasak Lebih Lama

MAGELANG - Santernya kabar penyakit antraks yang tengah terjadi di Jogjakarta sepekan belakangan mulai dikhawatirkan sebagian masyarakat Kota Magelang. Kendati begitu, penyakit menular pada...

Sekolah Swasta Masih Dianaktirikan

SEMARANG – Pemprov Jateng didesak untuk bisa lebih proporsional dan memperhatikan keberadaan sekolah swasta. Sebab, selama ini sekolah swasta masih seperti dianaktirikan dalam berbagai...

Pejabat Baru Harus Buktikan Komitmen

SALATIGA – Wali Kota Salatiga Yuliyanto meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Fakhruroji mampu mengayomi Aparatur  Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkota Salatiga. Selain itu, Yuliyanto...

Gerak Cepat Rekrut Buruan

SEMARANG – PSIS Semarang wajib gerak cepat merekrut buruan mereka di jendela transfer babak 16 Besar untuk menambah kekuatan atau menambal kekurangan mereka di...

Tangkal Komunis, Santri Tonton Film

PURWOREJO—Meski masih menuai pro-kontra, pemutaran film Pengkhianatan G30S/PKI tetap dilaksanakan oleh sejumlah elemen masyarakat. Salah satunya oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Tauhid. Sekitar 1.800 santri...

RSUD Limpung Siap Disanksi 

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang terus berinovasi dalam berikan pelayan untuk warganya. Salah satunya dengan menggelar maklumat pelayanan. Yang dilakukan oleh pengelola Rumah...