Perbaikan Jembatan Ampel, Pantura Macet Parah

403
MACET : Petugas Satlantas Polres Pekalongan saat mengatur lalu lintas di Jembatan Sipait yang mengalami kemacetan, karena adanya perbaikan Jembatan Ampel di Jalan Raya Siwalan (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).
MACET : Petugas Satlantas Polres Pekalongan saat mengatur lalu lintas di Jembatan Sipait yang mengalami kemacetan, karena adanya perbaikan Jembatan Ampel di Jalan Raya Siwalan (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KAJEN-Jalur Pantura Sipait, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, setiap harinya mengalami kemacetan panjang hingga 5 kilometer. Lantaran adanya perbaikan Jembatan Ampel di Jalan Raya Siwalan yang harus menutup salah satu jalan, khususnya dari arah barat ke timur.

Kemacetan kerap terjadi pada malam hari, khususnya arah dari Jakarta ke Semarang di jalur pantura Rembun–Sipait, karena adanya penyempitan jalan di Jembatan Ampel sisi selatan. Sehingga jaur yang semula dua jalur, kini hanya satu yang bisa dilalui oleh kendaraan besar. Sedangkan kendaraan roda dua, disediakan jalur darurat.

Namun demikian, kemacetan juga terjadi dari arah Semarang menuju Jakarta, mulai dari Jembatan Ampel hingga perempatan lampu lalulintas Gumawang Wiradesa, karena adanya penyimpitan di depan pabrik tektile PT Pisma Putra. Akibatnya, semua kendaraan dari arah timur ke barat, hanya memperlakukan satu jalur.

Untuk mengurai kemacetan tersebut, pihak Sat Lantas Polres Pekalongan, melakukan pengalihan arus lalu lintas dengan contra flow. Selain itu, menerjunkan sejumlah personel kepolisian, untuk mengatur lalu lintas dari arah timur dan dari arah barat.

Kasat Lantas Polres Pekalongan, AKP Muhammad Alan Haikel, Jumat (18/8) kemarin mengungkapkan bahwa perbaikan Jembatan Ampel yang masih dilakukan hingga kini belum selesai, sehingga menyebabkan kemacetan parah di Jalan Raya Siwalan, baik kendaraan yang dari arah timur maupun barat.

Menurutnya, kemacetan paling parah terjadi di Jalan Raya Siwalan sampai Perbatasan Rembun. Demikian juga dari arah timur, kemacetan mulai dari Siwalan hingga Perempatan Gumawang Wiradesa, karena adanya penyempitan jalan, dari jalur yang semula 2, kini hanya menjadi satu jalur. “Malam tadi antrean kendaraan besar seperti truk trailer dan kontainer tampak memenuhi jalur tersebut, sehingga kemacetan cukup parah,” ungkap AKP Alan.
AKP Alan juga mengatakan bahwa perbaikan jembatan tersebut dilakukan sudah satu bulan, yakni berupa pembongkaran jembatan oleh rekanan. Untuk mengurai kemacetan, pihaknya menempatkan anggota Satlantas Polres selama 24 jam untuk mengatur arus lalu lintas.

Pihaknya juga melarang adanya kendaraan yang melakukan putar balik di sekitar lokasi perbaikan jembatan untuk meminimalisasi adanya kemacetan yang lebih parah. Untuk itu, pihaknya menyediakan tim pengurai yang selalu bolak balik untuk mengurai kemacetan.

“Sudah hampir satu bulan ini, para petugas engatur lalu lintas untuk meminimalisasi kemacetan. Petugas di lapangan sudah mencoba mengatasi kemacetan, agar tidak ada kendaraan yang berputar atau keluar melawan arah. Kami juga mengimbau agar pengguna jalan lebih bersabar saat akan melewati jalur tersebut,” kata Kasat Lantas Polres Pekalongan AKP Alan. (thd/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here