33 C
Semarang
Kamis, 4 Juni 2020

Panen Melimpah, Gelar Nyadran Kupat Sewu

Another

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

TEMANGGUNG—Warga Dusun Gedongan, Desa Ngemplak, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung, menggelar ritual Nyadran Kupat Sewu atau seribu ketupat, Jumat (18/8) kemarin. Ritual ini sebagai bentuk wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas limpahan hasil perkebunan kopi.

Sesepuh desa setempat, Tarom, 72, menjelaskan, ritual Nyadran Kupat Sewu digelar rutin setiap tahun. Menurut Tarom, dipilihnya angka seribu, terkait erat dengan jumlah ketupat yang disediakan Nyai Lengging untuk Kyai Lengging ketika pada zamannya mengerjakan pembuatan saluran air bernama Sungai Dawuhan. Kala itu, sungai yang dimaksud dimanfaatkan untuk mengairi persawahan warga kala itu.

“Ritual ini digelar untuk mengenang jasa Kyai dan Nyai Lengging yang telah membuat saluran air bagi warga. Dulu saluran tersebut dikerjakan selama seribu hari, di mana setiap hari Nyai Lengging menyediakan satu ketupat untuk Kyai Lengging,” kata Tarom. Pengerjaan saluran dilakukan pada 1826.

“Terlepas dari sejarah awal mula ritual Nyadran Kupat Sewu, sampai saat ini jerih payah Kyai Lengging masih dapat dirasakan oleh para petani yang mayoritas mengandalkan hidup dari perkebunan kopi. Dengan cara ini, kami bersyukur atas hasil panen kopi yang cukup melimpah.” (san/isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Suriname, Presiden pun Ikut Jemput Didi Kempot (10)

Didi Kempot adalah tombo kangen warga Suriname terhadap tanah leluhur. Untuk mengenang dan menghormati sang maestro, puluhan artis di...

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah kasih. Lirik-liriknya memicu penasaran orang...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

More Articles Like This

Must Read

Prasmanan

RADARSEMARANG.COM - Seorang tamu hotel Grand Artos Hotel and Convention sedang memilih menu makan siang yang disediakan, Selasa (24/4). Selama April, manajemen GAHC menyediakan...

Jargonnya Unik, Cikik Disonggo, Gede Digawe Cilik

RADARSEMARANG.COM - Komunitas mobil, Visto Owner Semarang (VOS) ini, berbeda dengan komunitas mobil. Berkomitmen memajukan pariwisata Kota Semarang di media sosial agar lebih dikenal...

Tawarkan Kue Leker 50 Varian Rasa

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kue leker banyak diminati anak-anak sampai orang tua. Jajanan khas ini biasa dijajakan oleh pedagang kaki lima di sekolah-sekolah dan tempat...

Apresiasi Waktu dan Pengetahuan

MESKI baru muncul selama empat bulan, jumlah pengguna Tado saat ini udah mencapai puluhan ribu orang. Jumlah itu belum termasuk akun influencer yang lebih...

Ditantang Kembangkan Ekonomi Kreatif

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA–Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga ditantang bisa mengembangkan ekonomi kreatif. Pasalnya, meski minim sumber daya alam, namun Kota Salatiga memiliki sumber daya manusia melimpah,...

Rp 849 M untuk Bangun Jalan dan Jembatan

SEMARANG - Pemprov Jateng menanggarkan Rp 849 miliar untuk menggarap konstruksi jalan dan jembatan sepanjang 2017 ini. Rinciannya, pekerjaan konstruksi sebesar Rp 748 miliar,...