Padang Ilalang Nyaris Hanguskan Rumah Penduduk

438
NYARIS : Pemadaman api di padang ilalang kawasan Makam Auliya Bukit Jabal, Krajan Kulon, Kaliwungu, Jumat (18/8) kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).
NYARIS : Pemadaman api di padang ilalang kawasan Makam Auliya Bukit Jabal, Krajan Kulon, Kaliwungu, Jumat (18/8) kemarin (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG).

KENDAL—Permukiman warga di kompleks Makam Auliya, Bukit Jabal, Kaliwungu nyaris dilalap si jago merah. Gara-garanya, padang ilalang yang terbakar akibat pembakaran sampah. Lantaran kemarau, sehingga api gampang merembet ke ilalang.

Api cepat membesar karena hembusan angin dan kondisi rumput yang memang banyak yang kering. Akibatnya, api merambat ke permukiman warga yang berada tidak jauh dari padang ilalang di Kompleks Makam Bukit Jabal Kaliwungu Kendal.

Warga memamdamkan api dengan peralatan seadanya, namun kewalahan. Akhirnya meminta bantuan pemadam kebakaran dari Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kendal. Dua unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api. Api dipadamkan dengan cara dilokisasi agar tidak merambat ke rumah-rumah penduduk.

Diduga, kebakaran ini akibat warga yang membakar sampah dekat dengan padang ilalang. “Api tertiup angin dan menyambar rumput yang mengering, akibatnya api langsung membakar dan meluas,” ujar Ahmad Nasir setempat.

Ditambahkan, api bermula dari sebelah timur kompleks Makam Pakuwojo. “Awalnya kecil tapi setelah menyambar rumput yang kering, api dengan cepat merambat dan membesar hingga warga panik,” imbuhnya.

Petugas pemadam kebakaran melokalisasi api yang merambat cepat ke permukiman. Sementara warga yang rumahnya berdekatan dengan padang ilalang, panik dan berupaya menyelamatkan barang berharga. Bahkan seorang ibu pingsan melihat api membesar di belakang rumahnya. Api berhasil dijinakkan memakan waktu lebih kurang satu jam. Petugas mengimbau agar warga berhati-hati saat membakar sampah. Karena sudah memasuki musim kemarau.

Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) pada Satpol PP dan Damkar Kendal, M Arif Masrukhin mengimbau agar warga jangan membakar sampah. “Sebaiknya sampah dibuang ke TPA. Jika toh terpaksa dibakar, harus ditunggui sampai api padam. Jangan ditinggal, karena angin kencang api bisa merembet dan membakar rumah,” kata Arif.

Kasus bencana kebakaran di Kendal ternyata cukup tinggi. Berdasarkan data di Bidang Pemadam Kebakaran Kendal, sejak awal 2017 hingga bulan Agustus ini sedikitnya telah terjadi 47 kasus kebakaran. Dengan total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.

Penyebab kebakaran sebagian besar karena korsleting arus listrik. Namun ada juga karena tabung gas meledak dan pembakaran sampah. “95 persen rata-rata kebakaran disebabkan oleh korsleting listrik. Yakni akibat keteledoran sang pemilik rumah karena kurang waspada terhadap instalasi listrik di rumahnya. Parahnya, rata-rata kebarakan diketahui terlambat, yakni kebakaran sudah membesar,” katanya.

Masrukhin juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap listrik. Jika hendak bepergian jauh, pastikan listrik di rumah dalam keadaan padam. Selain itu, pastikan cek sebulan sekali atau tiga bulan sekali instalasi kabel listrik. “Takutnya ada kabel yang sudah mengelupas dan sebagainya,” tandasnya. (bud/ida)