Minta Warga Tak Tergiur Jual Tanah

461

MUNGKID— Budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun mengajak masyarakat di sekitar Candi Borobudur untuk tidak tergiur menjual tanah mereka. Dia ingin di tengah kebesaran Candi Borobudur, masyarakat bisa mandiri dan berdikari.

”Jangan dijual (tanah) hanya untuk beli motor. Masyarakat harus berusaha jadi juragan, meski hanya sekadar jualan biting,” pesan Cak Nun saat mengisi tirakatan malam 17 Agustus di Balkondes Wringin Putih Kecamatan Borobudur.

Kata Cak Nun, seluruh kekayaan dan potensi alam di kawasan Borobudur adalah karunia Tuhan yang harus disyukuri. ”Masyarakat harus punya jiwa mandiri. Ini titipan Allah SWT, jangan kalian jual sendiri.”

Sesuai tema malam tirakatan laku dan lelaku kebangsaan, Cak Nun mengajak masyarakat tidak terlalu larut mencampuri urusan orang lain. Bahkan, terjebak dalam suasana saling membenci dan menghujat. ”Kalian itu banyak tidak tahunya daripada yang diketahui. Jadi jangan mudah berdebat,” ucap pentolan Kyai Kanjeng itu.

Karena itu, Cak Nun mengajak agar masyarakat berbuat sesuai peran dan fungsinya masing-masing. Tahu tugas dan kewajiban secara individu. Namun tetap menghormati dan mencintai perbedaan yang ada. ”Yang pak polisi tahu tugasnya apa, yang TNI tahu tugasnya, yang masyarakat biasa tahu tugasnya. Tidak usah saling mengambil alih tugas.”

Dirut PT Taman WIsata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono menambahkan, pihaknya akan terus mendorong kemandirian masyarakat sekitar Borobudur. Salah satunya, melalui pembangunan Balai Ekonomi Desa (Balkondes) yang direncanakan akan didirikan di 20 desa.   ”Sekarang sudah ada 16 Balkondes yang dibangun. Kita ingin memberikan stimulan agar desa-desa ini bisa menyalakan potensinya masing-masing.”

Kepala Desa Wringin Putih Suprih Prasetyo mengatakan kegiatan ini terselenggara atas kerja sama desa dan PT Pertamina dan Patrajasa. Acara yang dihadiri 5000-an warga, menjadi salah satu ungkapan syukur atas kemerdekaan RI. (vie/isk)