Bupati Mengajar, Minta Siswa Tak Terpengaruh Medsos

374
SERU : Bupati Batang Wihaji saat menjadi guru dadakan di SMP 3 Batang, mengajarkan pendidikan karakter dan pentingnya Pancasila (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG).
SERU : Bupati Batang Wihaji saat menjadi guru dadakan di SMP 3 Batang, mengajarkan pendidikan karakter dan pentingnya Pancasila (LUTFI HANAFI /JAWA POS RADAR SEMARANG).

BATANG-Menjadi guru dadakan di Sekolah Menengah Negeri (SMP), 3 Jumat (18/8) kemarin, Bupati Batang Wihaji, mengingatkan siswa-siswi agar tidak terpengaruh media sosial (medsos). Terpenting, tidak saling mem-bully temannya.

Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini sedemikan maju dan luar biasa. Bahkan, hampir semua orang mulai anak-anak sampai dewasa menggunakan handphone untuk mengakses medsos.

“Guru dan orang tua tidak bisa mengkontrol setiap saat, jika siswa atau anaknya menggunakan handphone. Padahal penggunaan teknologi informasi kalau tidak semestinya bisa mempengaruhi karakter,” ucap Bupati.

Untuk itu, pihaknya mengingatkan masyarakat agar bijak memanfaatkan teknologi. Memilah mana yang untuk kebaikan, jangan digunakan untuk menyebar kebencian atau membully orang.

Bupati yang mengajar di halaman sekolah tersebut juga menegaskan bahwa kepribadian seseorang terbentuk dari karakternya. Untuk itu, pendidikan karakter harus ditanamkan sejak dini untuk membentuk kepribadian yang baik, dengan memiliki etika, moral dan kejujuran seseorang.

“Kepribadian yang baik, seperti karakter yang bersifat kepemimpinan dan saling kerjasama, tolong menolong dengan mengimplementasikan Pancasila sebagai karakter bangsa kita,” lanjut Bupati.

Pancasila menurut Bupati, memiliki kekuatan dalam pembentukan karakter ciri Bangsa Indonesia yang di dalamya ada ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indoensia, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyawaratan dan perwakilan serta keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Bupati juga mengapresiasi SMP N 3 Batang yang rutin membaca asmaul husna dan materi pendidikan karakter sebelum pelajaran sekolah dimulai. “Karena itu, pemerintah akan menjadikannya sebagai referensi agar menjadi contoh bagi satuan pendidikan yang lain,” harapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang, Rahmat Nurul Fadilah menambahkan bahwa kehadiran bupati yang turut mengajar pendidikan karakter, bukan saja mencerdaskan intelekual, tetapi juga sosial, emosional dan spiritual. “Pendidikan karakter sangat penting untuk menyiapkan generasi bangsa yang mempunyai karakter Pancasila,” kata Nurul.

Dengan Bupati mengajar pendidikan karakter, harapnya, bisa menjadi motivasi bagi para pelajar di Kabupaten Batang, sehingga terbangun komunikasi yang baik antar pihak sekolah, siswa dan pimpinan daerah. “Sehingga generasi Kabupaten Batang menjadi manusia Indonesia seutuhnya dengan menanamkan nilai- nilai budi pekerti,” tandasnya. (han/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here