Akhir Penantian Panjang Loyola

2168
CONGRATS: Tim cewek SMA Kolese mencatatkan namanya dalam sejarah Champion Honda DBL Central Java Series North Region musim 2017 ini (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).
CONGRATS: Tim cewek SMA Kolese mencatatkan namanya dalam sejarah Champion Honda DBL Central Java Series North Region musim 2017 ini (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG – Duel sengit benar-benar terjadi dalam game perebutan tahta juara kelompok cewek ajang Honda DBL Central Java Series North Region 2017 di GOR Sumber Waras (Knight Stadium) Semarang, Jumat (18/8) sore kemarin.

Perang mental dalam pertandingan pertama dipertontonkan oleh pasukan basket cewek SMA sedes Sapientiae Semarang versus SMA Kolese Loyola Semarang. Sedes berambisi merebut gelar kedua berturut-turut musim ini, sementara Loyola yang dalam 10 musim terakhir hanya  berhasil  sampai babak big eight, fantastic four, hingga final ingin mengakhiri penantian panjang mereka dengan menjadi juara,

Tak hanya ketat di lapangan, kedua suporter militan baik dari Loyola (Suloco) maupun suporter militan Sedes (Semut) menambah semarak Final Party. Dan benar saja, Loyola akhirnya menyudahi penantian panjang mereka dengan menjadi Champion pesta bola basket pelajar terbesar di Indonesia itu dengan menyudahi perlawanan 44-32.

Loyola dan Sedes tampil disiplin mulai dari awal kuarter. Monica Rasendria dkk langsung tancap gas sejak awal. Tak mau kalah, Sedes juga tampil menggebrak hingga akhirnya kuarter pertama berakhir dengan skor sama kuat 6-6.

Di kuarter kedua baik Loyola dan Sedes mulai bisa tampil lepas. Berbeda dengan kuarter pertama dimana keduanya masih tampak canggung, kedua tim berhasil menambah pundi-pundi poin di kuarter kedua dan ketiga.

Namun memang Loyola memiliki materi yang lebih komplit. Rotasi yang dilakukan coach Eko Widodo selalu menghailkan poin baik melalui box shoot maupun offensif rebound apik yang ditunjukkan Loyola.

Konsistensi permainan Loyola berlanjut hingga kuarter empat. Prosentasi field goal mereka masih lebih baik dibanding Sedes yang pada final kemarin hanya bertumpu pada  Bang Jennifer Christabella hingga pada akhirnya Loyola sukses mencatatkan namanya dalam sejarah Champion Honda DBL Central Java Series North Region dengan kemenangan 44-32.

Coach Loyola Eko Widodo mengapresiasi kinerja tim yang menurutnya tampil dengan semangat tinggi. Semangat itu sudah dibuktikan dengan kemenangan.“Awalnya permainan berjalan seimbang. Usai turun minum kita buat strategi khusus. Kemudian anak-anak berhasil menjalankan instruksi dengan bagus, kita sukses.” Katanya.

Eko mengatakan Sedes merupakan lawan yang sepadan bagi Loyola. Siapapun layak menyabet gelar Champion. Khusus setelah melawan Sedes, lanjutnya banyak pelajaran yang diambil, karena masih ada banyak kesalahan dalam permainan mulai kecolongan defense hingga beberapa kali turn over.

Di kubu Sedes, coach Wahyu Titis mengatakan banyak pelajaran yang diambil untuk pertandingan final kemarin. Pelajaran itu akan jadi bekal untuk berlaga di setiap pertandingan lain atau dalam Honda DBL musim depan.

“Kami gagal mengembangkan permainan dengan baik sehingga Loyola berhasil menguasai keadaan. Tapi tidak masalah kami akan belajar lagi bagaimana mengelola situasi dilapangan,” terangnya. (dan/bas)