331 Napi Terima Remisi

411
SIMBOLIS : Wakil Bupati Batang mewakili Kementrian Hukam dan HAM menyerahkan SK remisi kepada perwakilan 115 napi Rutan Rowobelang Batang, setelah upacara HUT RI ke-72, Kamis (17/8) kemarin (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).
SIMBOLIS : Wakil Bupati Batang mewakili Kementrian Hukam dan HAM menyerahkan SK remisi kepada perwakilan 115 napi Rutan Rowobelang Batang, setelah upacara HUT RI ke-72, Kamis (17/8) kemarin (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang).

PEKALONGAN-Sebanyak 331 Narapidana dari Lapas Pekalongan dan Rutan Rowobelang Batang Terima Surat Keputusan (SK) Remisi Kementrian Hukam dan HAM (Menkumham) RI. Pemberian remisi atau pengurangan hukuman tersebut dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. Dari jumlah tersebut, 13 orang dinyatakan langsung bebas.

Kepala Lapas Kelas II A Pekalongan, Maulidi Hilal mengatakan bahwa dari total 428 warga binaan pemasyarakatan yang menghuni lapas, sebanyak 230 warga binaan pemasyarakatan yang diusulkan mendapatkan remisi dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017. Namun yang disetujui hanya 216 warga binaan. Remisi yang diberikan tersebut, dengan lama satu hingga empat bulan masa hukuman.

“Dari 216 warga binaan yang menerima remisi, sebanyak 205 WBP menerima Remisi Umum I (RU I) dan 11 warga binaan menerima Remisi Umum II (RU II). Dari 11 warga binaan tersebut 5 di antaranya bebas langsung dan 6 lainnya harus menjalani subsider,” jelasnya, Jumat (18/8) kemarin.

Sementara itu Wali Kota Pekalongan H Achmad Alf Arslan Djunaid SE berharap warga binaan yang menerima remisi bebas langsung dapat kembali bergaul dengan masyarakat yang diiringi perubahan sikap, perilaku dan mental.

“Setelah kembali ke masyarakat saya harap mereka dapat melakukan aktivitasnya dengan lebih baik lagi,” tutur wali kota.

Sementara itu, Kepala Rutan Rowobelang Batang, Ilham Agung Setyawan mengatakan bahwa pada HUT RI ke-72 ini, juga mengusulkan remisi. Rutan Batang per 17 Agustus dihuni 226 warga binaan yang terdiri atas napi sebanyak 115 orang dan tahanan 111 orang. Namun yang diajukan menerima remisi hanya 127 orang saja. “Tahun ini, kami mengajukan 127 napi, namun yang memenuhi syarat dan dapat SK hanya 115 orang. Sedang sisanya sebanyak 12 orang, SK-nya masih dalam proses di kantor wilayah,” katanya.

Untuk rincian remisi yang didapat, yaitu remisi 5 bulan sebanyak 2 orang narapidana, remisi 4 bulan 2 orang narapida, remisi 3 bulan 27 narapidana yang satu orang kasus narkoba, remisi 2 bulan 27 orang narapidana yang dia di antaranya tersangkut kasus korupsi dan satu narkoba, dan remisi 1 bulan 26 orang narapida yang di dalamnya 2 kasus narkoba.

“Kebetulan untuk remisi umum atau RU II di peringatan HUT RI ke-72 tahun 2017 yang langsung bebas hanya satu orang atas nama Nur rokhhim Samudi yang mendapat remisi 3 bulan,” tandas Karutan.

Sedangkan Wabup Suyono mengharapkan Rutan dapat berinovasi, membuat kreasi dan kreatif dalam membina narapidana, sehingga narapidana yang berada di dalam tahanan di Rutan Rowobelang terasa nyaman dan hak–haknya terpenuhi.

“Pemerintah pusat sudah menganganggarkan kurang lebih Rp 1,5 triliun, agar ada kenyamanan dan rasa kemanusiaan lebih tinggi di dalam rutan. Untuk itu dapat berinovasi, membuat kreasi dan kreatif dalam membina narapidana,” kata Wakil Bupati Suyono.

Salah satu contoh menurut Wabup, Pemerintah pusat  juga telah memberikan pelatihan agro bisnis di Bogor kepada 50 mantan warga binaan Kabupaten Batang dari 15 Kecamatan, yang setiap mantan warga binaan mendapatkan bantuan modal usaha sebanyak Rp 5 juta.

“Batang sebagai pecontohan pembinaan mantan warga binaan yang bersifat kewirausahaan sehingga mantan napi bisa melakukan kegiatan setelah keluar dari Lapas atau Rutan, agar menjadi pribadi yang lebih baik dan dapat bersosialisasi dengan masyarakat,” kata Wakil Bupati Suyono. (han/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here