Ruas Tol Bawen–Salatiga Operasional 28 Agustus

497
OPERASIONAL : Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Gubernur Ganjar Pranowo saat membuka acara Festival Jalan Tol Bawen-Salatiga, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).
OPERASIONAL : Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Gubernur Ganjar Pranowo saat membuka acara Festival Jalan Tol Bawen-Salatiga, kemarin (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG).

UNGARAN–Jalan tol Semarang–Solo seksi III, tepatnya di ruas Bawen–Salatiga akan segera dioperasikan pada 28 Agustus 2017 ini. Pembukaan jalan tol yang memiliki panjang 17,6 kilometer tersebut bebarengan dengan dioperasionalkan jalan tol Kertosono – Mojokerto.

Hal itu dikatakan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahaan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono saat membuka acara Festival Jalan Tol Bawen – Salatiga, Minggu (13/8) kemarin. “Kami akan operasionalisasi jalan tol Bawen-Tingkir mulai 28 Agustus bersamaan dengan jalan tol Kertosono-Mojokerto,” katanya.

Meski sudah diketahui kapan ruas Bawen–Salatiga akan dibuka, namun Basuki belum mengetahui secara pasti besaran tarif yang akan diberlakukan untuk tol tersebut. “Kalau tarif saya belum tahu. Nanti ditentukan dahulu oleh BPJT (Badan Pengatur Jalan Tol),” ujarnya.

Sementara untuk ruas Salatiga–Solo, Basuki menargetkan dapat dioperasionalkan pada akhir 2018 mendatang. “Jadi kami menargetkan jalan tol Semarang-Solo yang memiliki panjang 72 kilometer dapat tersambung dan dioperasionalkan pada akhir tahun 2018,” ujarnya.

Raus Bawen–Salatiga merupakan penghubung tol Semarang–Solo. “Untuk Salatiga–Solo saat ini pengerjaannya sudah mencapai 15 persen sejak awal tahun ini (2017),” katanya.

Sementara itu, untuk pembebasan lahan tol ruas Salatiga–Solo saat ini sudah mencapai 90 persen. Dijelaskan Basuki, adapun anggaran yang digunakan untuk pembangunan tol Semarang–Solo mencapai lebih dari Rp 7 triliun. “Jadi kalau dirata-rata, dana investasi perkilometernya yakni Rp 100 miliar,” katanya.

Direktur Teknik dan Operasi PT TMJ, Ali Zaenal Abidin dalam kesempatan tersebut menjelaskan hingga kini tarif dari tol ruas Bawen–Salatiga masih dalam kajian BPJT. “Kami mengusulkan Rp 1000 untuk ruas tol tersebut,” kata Ali.

Dioperasionalkannya ruas tersebut, mundur dari waktu yang ditentukan sebelumnya. Sedianya tol ruas Bawen – Salatiga dapat diopersionalkan pada Juli 2017, namun hingga kini pihaknya masih fokus pada beberapa perbaikan. “Perbaikan tersebut setelah adanya temuan dari tim kelaikan di lapangan,” katanya.

Meski begitu, secara umum konstruksi ruas Bawen–Salatiga memang tidak ada kendala. Catatan temuan yang harus diperbaiki oleh TMJ terhadap ruas tersebut yaitu beberapa guardrail harus ditambah. “Temuannya, beberapa ada yang kurang panjang. Itu akan segera kami selesaikan sebelum dioperasionalkan,” katanya.

Sementara itu, Dirut PT Jasa Marga, Desi Arryani menegaskan setiap pengguna tol nantinya dilarang berhenti sembarangan terutama di exit tol Tingkir Salatiga. Pasalnya, latar belakang pemandangan dari exit tol tersebut sempat menjadi viral di media sosial. “Dilarang keras berhenti sembarangan untuk berfoto. Selain sudah ada aturan tersebut, petugas jalan tol juga akan rutin patroli,” kata Desi. (ewb/ida)