Semen Gresik Tingkatkan Kompetensi 800 Tukang Bangunan

549
kompetensi-perwakilan tukang bangunan mendapatkan sertifikasi
kompetensi-perwakilan tukang bangunan mendapatkan sertifikasi

BANDUNG —Semen Gresik bekerja sama dengan Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum & Perumahan Rakyat) dan Lembaga Penyedia Jasa Konstruksi (LPJK) mengadakan kegiatan sertifikasi kepada 800 tukang bangunan. Kegiatan ini dalam upaya meningkatkan kompetensi tukang bangunan yang berasar dari 6 Kota/Kabupaten di Bandung dan sekitarnya, yaitu Kota Bandung, Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, Kota Cimahi, Kab. Sumedang dan Kab. Garut.

Direktur Komersial Semen Gresik, M Saifudin, menjelaskan program sertifikasi tukang bangunan ini ditujukan untuk memberi bekal peningkatan kompetensi bagi tukang bangunan yang menjadi ujung tombak pembangunan infrastruktur dan konstruksi di Indonesia. Dari Program Komunitas Jago Bangunan yang telah berlangsung sejak 2007, PT Semen Gresik sampai dengan saat ini telah memiliki 16.751 tukang bangunan, dan 6.007 tukang telah tersertifikasi.

“Sampai akhir tahun 2017, PT Semen Gresik menargetkan anggota komunitas Jago Bangunan bertambah menjadi 17.581 tukang,” ujarnya usai membuka kegiatan Sertifikasi Tukang Bangunan di GOR Arcamanik Bandung, kemarin.

Menurut dia, kegiatan sertifikasi sudah yang di tahun ini setelah di  Kabupaten Gresik beberapa bulan lalu dengan  sertifikasi  1.200 tukang bangunan . Kegiatan ini berhasil memecahkan rekor MURI kategori sertifikasi tukang bangunan terbanyak secara serentak.

Kegiatan ini merupakan wujud apresiasi sekaligus kepedulian PT Semen Gresik kepada para tukang bangunan, yang merupakan salah satu segmen pelanggan Semen Gresik. Sertifikasi tukang bangunan penting dalam rangka meningkatkan kompentesi dan daya saing mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan berkelanjutan.

Terlebih lagi, pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) juga akan mengancam mata pencaharian para tukang bangunan lokal bila mereka tidak dibekali dengan kompetensi dan sertifikasi.Berbekal sertifikasi resmi yang dikeluarkan oleh Lembaga Penyedia Jasa Konstruksi (LPJK) yang digandeng PT Semen Gresik, kompentensi tukang bangunan akan lebih dihargai sehingga diharapkan memberikan kemudahan untuk memperoleh pekerjaan, bahkan untuk bekerja di proyek skala besar sekalipun.

Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah III Ditjen Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) Riky Aditya Nasir mengapresiasi upaya yang dilakukan Semen Gresik untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja jasa konstuksi. Apalagi dengan adanya Undang-Undang No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, pemerintah berkewajiban untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja di bidang jasa konstruksi dengan pemberian sertifikasi dan akreditasi.

“Dari 7,6 juta pekerja jasa konstruksi di Indonesia, baru 10 persen yang memperoleh sertifikasi. Kami targetkan hingga 2019 jumlah itu dapat meningkat menjadi 1,5 juta pekerja. Karena itu, kami mengapresiasi program dari Semen Gresik yang membantu KemenPUPR dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja di bidang jasa konstruksi,” kata Riky.

Kepedulian Semen Gresik mendapatkan respon positif di pasar, tak terkecuali di Jawa Barat. Sampai dengan Juli 2017, Semen Gresik di Jawa Barat mampu mencatatkan kinerja penjualan 943.720 ton, naik signifikan 13 persen dari periode yang sama tahun lalu, dengan penguasaan market share 19 persen. Secara nasional, volume penjualan Semen Gresik tumbuh 10,4 persen hingga Juli 2017, di atas pertumbuhan industri 4,9 persen.(tya)

 

 

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here