Grab Kontrak New Atlas Rp 50 Miliar

281
KOLABORASI: Owner Taksi Atlas, Tutuk Kurniawan di dampingi perwakilan Grab, dan Perwakilan Satlantas Polrestabes Semarang dalam Peluncuran Armada Taksi Online with Grab (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG).
KOLABORASI: Owner Taksi Atlas, Tutuk Kurniawan di dampingi perwakilan Grab, dan Perwakilan Satlantas Polrestabes Semarang dalam Peluncuran Armada Taksi Online with Grab (AHMAD ABDUL WAHAB/JAWA POS RADAR SEMARANG).

SEMARANG– Perusahaan taksi konvensional New Atlas Semarang resmi berkerjasama dengan PT Grab, perusahaan penyedia layanan transportasi berbasis aplikasi online. Langkah tersebut diambil sebagai upaya untuk mereduksi keributan yang sering terjadi antara pelaku taksi konvensional dan taksi online khususnya di Kota Semarang.

Pemilik Taksi Atlas, Tutuk Kurniawan, mengungkapkan bahwa keberadaan layanan transportasi berbasis aplikasi online sudah tidak bisa diantisipasi lagi. Sehingga taksi konvensional berbasis argo mau tidak mau harus berkolaborasi dengan taksi online, seperti Grab.

“Kebutuhan dan pola pikir masyarakat sudah berubah, kalau ini tidak disikapi dengan serius maka taksi argo bisa mati konyol. Terlebih taksi argo di seluruh Indonesia saat ini juga dalam kondisi mati suri,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang (9/8).

Dalam peluncuran armada taksi with Grab itu disepakati sebanyak 200 unit taksi Atlas akan dikontrak oleh Grab dengan nilai kontrak mencapai Rp 50 Miliar. Dengan demikian, Tutuk meyakini bahwa sopir bisa memenuhi target kejar setoran disamping mendapatkan penghasilan secara maksimal. Sebab, Grab menggaransi  pendapatan per 1 unit taksi sebesar Rp 6 Juta per bulan. “Kontrak dengan Grab 200 mobil namun baru 180 unit yang beroperasi, jadi total Rp 1,2 miliar per bulan,” katanya.

Tutuk Kurniawan yang juga Ketua Gabungan Pengusaha Taksi Jawa Tengah itu, mengatakan bahwa kendati baru diresmikan namun kerjasama tersebut sudah menunjukkan hal yang positif, yaitu 600 hingga 800 permintaan per hari. “Sebenarnya penerapan aplikasi sudah berjalan 4 bulan. Jika hasilnya terus positif kedepan kami akan tambah 100 unit lagi,”ungkapnya.

Perwakilan Grab Semarang, Yolanda, berharap supaya kerjasama tersebut akan berdampak positif bagi berbagai pihak. “Semoga hal ini menjadi jawaban dari layanan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau masyarakat secara luas,”katanya.

Terkait perizinan taksi online di Semarang, Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Semarang, Anton Siswartono, mengatakan bahwa kewenangan tersebut berada dibawah Dishub Provinsi Jateng. Namun, hal itu masih menunggu peraturan gubernur (Pergub) yang saat ini masih dalam proses pembahasan dengan Dishub Propinsi Jawa Tengah. “Dishub Kota Semarang hanya mengurusi kir atas rekomendasi Dishub Propinsi. Namun, uji kir akan berbeda dengan uji kir untuk angkutan. Insya Allah, semoga bulan ini Pergub turun,” katanya.  (aaw/zal)

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here