Empat Kapal Tempur Sedot Ribuan Pengunjung

226
TAMBAH PENGALAMAN: Seorang personel TNI AL memberi arahan seorang pengunjung ketika meneropong dari ruang kemudi kapal (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang).
TAMBAH PENGALAMAN: Seorang personel TNI AL memberi arahan seorang pengunjung ketika meneropong dari ruang kemudi kapal (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang).

SEMARANG – Selama dua hari ini ada yang menarik di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Ya, sejumlah kapal perang bersandar di dermaga penumpang. Kesempatan langkah tersebut pun tak disia-siakan masyarakat, utamanya kalangan anak-anak.

Ratusan anak TK, pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum, sudah memadati pelabuhan sejak pagi. Mereka diberi kesempatan melihat lebih dekat empat kapal perang, dua dari Indonesia dan dua dari Thailand, yakni KRI Sultan Hasanudin, KRI Diponegoro, HTMS Khirirat dan HTMS Sukhothai. Empat kapal tempur tersebut dipamerkan usai menggelar latihan bersama Sea Garuda 19AB-17 di laut Jawa.

“Latihan bersama ini dilaksanakan oleh TNI AL dengan Angkatan Laut Thailand yang dilaksanakan setiap dua tahun sekali. Kebetulan tahun 2017 ini, kita (TNI AL) sebagai tuan rumah, pembukaan dilaksanakan di Surabaya kemudian area latihan di Laut jawa, dan berakhir di Semarang,” terang Dansatgas latihan bersama Sea Garuda 19AB-17, Kol Laut Rudhi Aviantara kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Rudhi menuturkan, ada ratusan personel yang ikut dalam empat kapal tersebut, terdiri dari 210 personel dari Indonesia dan 250 personel dari Thailand. Tujuan dari kegiatan latihan ini untuk meningkatkan hubungan bilateral antara TNI AL dan Angkatan Laut Thailand.

“Jadi sangat positif bagi kedua negara. Tidak ada tujuan khusus, hanya ada semacam kesepahaman, bagaimana apabila terjadi suatu peristiwa di laut, khususnya di perbatasan,” tandasnya.

KRI Diponegoro sendiri diketahui sebagai kapal perng yang sarat pengalaman. Di dalam terdapat ragam alutsista dan helikopter serta 90 orang prajurit. Kapal ini telah mengikuti sejumlah misi perdamaian PBB di negara konflik seperti Lebanon dan lainnya.

Salah seorang pelajar SMK Pelayaran Wira Samudera, Indra Aji Saputro mengaku senang dengan kegiatan open ship ini. Pasalnya ia lebih bisa mengetahui kondisi kapal secara langsung dalam hal ini kapal perang milik Indonesia.

“Saya mendapat pelajaran sewaktu berkunjung ke dek kapal, diberi penjelasan tentang cara kerja eco sounder, radar. Selain itu juga diberitahu kinerja kapal dan pengoperasian senjatanya kayak meriam khusus dan meriam biasa,” ujarnya.

Senada, siswa Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang Inayah, mengungkapkan perasaannya ketika hadir dan mengikuti kunjungan untuk melihat keempat kapal perang tersebut.

“Saya pikir kapal masih memakai kendali yang lama, tetapi setelah masuk ke dalam KRI Diponegoro dan dijelaskan oleh kru, ternyata sudah memakai sistem yang baru semua dan kapal ternyata masih baru. Tadi dijelaskan juga kapal ini dibuat tahun 2005 beratnya sampai 2.500 ton,” ungkapnya.

Oran gtua salah satu siswa, Mega Okta mengaku senang bisa mengajak anaknya naik KRI Diponegoro. “Senang bukan main karena selama ini jarang mengenalkan potensi maritim kepada anak saya yang masih duduk di bangku TK,” ujarnya. Open ship hanya berlangsung hingga hari ini. (tsa/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here