Evi Tertarik Terjun di Dunia Politik

317
Evi Ratnasari (DOKUMENTASI PRIBADI)
Evi Ratnasari (DOKUMENTASI PRIBADI)

POLITIK bisa dibilang salah satu dari berbagai cara menuju perubahan. Alasan itulah yang membuat Evi Ratnasari tergelitik untuk menggeluti dunia politik.  Lewat jalan politik, Evi ingin terlibat dalam proses pembuatan kebijakan. Mengantongi aspirasi rakyat untuk diperjuangkan menjadi deretan regulasi. Tentu regulasi yang mampu menyejahterakan rakyat.

Obsesi itu muncul karena dara kelahiran Lamongan, 21 Agustus 1996 ini merasa kurang puas dengan elit politik sekarang. Dia menilai, banyak politikus yang kurang progresif dalam memperjuangkan nasib rakyat. Belum lagi tentang terungkapnya fakta mengenai buruknya elite politik yang telah menyelewengkan kewenangan dan kekuasaan.

”Kalau seperti itu, yang dirugikan adalah rakyat. Memprihatinkan gak sih? Mereka bisa menjabat karena dipilih rakyat, eh malah sekarang seperti itu,” ucap pemilik postur tubuh 170 cm dan berat 62 kg ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Memang, lanjutnya, tidak semua politikus menjadi ’mimpi buruk’ rakyat. Masih ada segelintir dari mereka yang benar-benar bisa diandalkan menjadi corong aspirasi.

Evi juga punya obsesi untuk mengajak orang-orang yang pasif politik menjadi melek politik. Sebab, selama ini dia masih kerap menjumpai orang yang apatis terhadap perkembangan politik. Jumlahnya pun tidak sedikit dan rata-rata berusia remaja. Mereka hanya bisa menyalahkan pemerintah, tanpa ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. ”Padahal orang seperti itu punya peran besar untuk kegiatan politik yang lebih baik, karena mereka punya semangat perubahan,” tegasnya.

Karena itu, selagi masih ada kesempatan, dia berupaya mematangkan diri sebelum menyelami ranah politik. Agar ketika didapuk menjadi wakil rakyat, dia benar-benar bisa diandalkan.

Evi menyadari kualitas dirinya masih rendah. Masih harus banyak belajar. Entah lewat pendidikan formal atau belajar langsung di lapangan. Alumnus Fakultas Ilmu Politik, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya ini pun memanfaatkan kiprahnya di Biro Umum Pemprov Jateng untuk menimba ilmu sekenyang mungkin.

Bisa magang di Biro Umum Pemprov Jateng, dianggap kesempatan emas. Sebab, Evi bisa menjadi bagian dari Biro Umum karena diberi kesempatan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. ”Saya bukan magang kuliah atau magang kerja. Tapi dikasih kesempatan sama Pak Gub. Jadi, prioritas saya magang di sana adalah mengikuti agenda Pak Gub,” terangnya.

Putri ketiga dari empat bersaudara pasangan Moh Syafi’i dan Chusnul Khotimah ini bercerita, waktu kuliah dulu, dia pernah ngobrol dengan Ganjar di Rumah Dinas Gubernur Jateng, Puri Gedeh Semarang. Banyak hal yang dibicarakan. ”Terus Pak Gub bilang, kalau sudah lulus kuliah, disuruh magang di tempatnya. Akhirnya, awal Mei lalu, saya resmi magang di Biro Umum,” ungkap penyuka kuliner dan traveling ini. (amh/aro/ce1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here