Polisi Lepaskan Joki Masuk Perguruan Tinggi, Setu Abdul Hadi Hanya Wajib Lapor

BIKIN MALU UNNES: Setu Abdul Hadi saat diperiksa petugas Polsek Genuk, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)
BIKIN MALU UNNES: Setu Abdul Hadi saat diperiksa petugas Polsek Genuk, kemarin. (Adityo Dwi/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Setu Abdul Hadi, 24, joki ujian masuk kedokteran Unissula akhirnya dilepas oleh penyidik. Mahasiswa semester delapan Fakultas Mipa Universitas Semarang (Unnes) ini hanya dikenai wajib lapor.

“Wajib lapor kan status masih saksi,” ungkap Kapolsek Genuk Kompol Heru Eko Wibowo saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang Jumat (14/7/2017).

Heru menjelaskan dalam perkara ini Setu Abdul Hadi belum bisa disebut pelaku dengan alasan belum memenuhi unsur pidana. Sebab, perbuatan yang dilakukan oleh Setu masih tahap percobaan dalam kata lain belum mengikuti ujian.

“Itu (joki) kalau diancam dengan 263 kan harus ada kerugian, itu kan baru melakukan percobaan,” tegasnya.

Meski begitu, penyidik akan terus memintai keterangan saksi untuk mendalami kasus tersebut.
“Ini kan masih proses, kita masih manggil-manggil siapa yang nyuruh, yang bikin suratnya itu, bikinya dimana. Kalau pengakuan dia itu kan terima dari saudara Ririn sama Andre di mobil. Kemudian dia (Setu) pergi,” terangnya.

Menanggapi terkait tiga nama orang yang disebut Setu, yakni Andre, Ririn dan Satrio Purno Prabowo, pihaknya mengakui belum melakukan pemanggilan. Menurutnya, pihaknya masih mendalami keterangan saksi Setu Abdul Hadi.

“Ya kita nanti periksa dulu saksi-saksinya tujuanya apa, dari pihak Unissula itu kerugianya apa. Kalau tidak ada kerugianya itu kan unsurnya tidak terpenuhi. Tidak ada pidananya,” tegasnya. (mha/zal)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here