KAJEN – Jalan raya sepanjang 200 meter di Wonokerto Wetan, arah Pantai Kisik, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, semakin parah kerusakannya. Jalan berlubang sedalam 50 sentimeter dan sudah hampir satu tahun ini, pemerintah setempat tidak kunjung melakukan perbaikan.

Efek kerusakan jalan tersebut berpengaruh pada jumlah kunjungan ke Pantai Kisik Wonokerto yang kini turun hingga 80 persen. Kini masyarakat enggan berkunjung, meski biasanya ramai pengunjung saat libur Lebaran.

Kerusakan jalan bermula sejak diadakannya perbaikan jalan beton di sepanjang Jalan Raya Wonokerto Wetan oleh PT Setia Darma Wijaya Raya pada Juli 2016 lalu. Jalan pun dibongkar sedalam 50 sentimeter sepanjang 200 meter, untuk dilakukan betonisasi. Namun pekerjaan beton belum selesai, pihak pelaksana proyek sudah melarikan diri, karena tidak sanggup mengerjakan proyek betonisasi senilai Rp 7 miliar tersebut.

Sebagaimana disampaikan oleh Perangkat Desa Wonokerto Wetan, Mujiyono, bahwa Desa Wonokerto Wetan mendapatkan bantuan proyek dari APBN tahun 2016, berupa peninggian jalan dan rigid pavement ruas jalan Wonokerto hingga TPI Wonokerto, sepanjang 1,5 kilometer. Namun oleh pihak rekanan, PT Setia Darma Wijaya Raya hanya dikerjakan sepanjang 800 meter saja. Selebihnya ditinggalkan dan tidak dikerjakan. Sehingga Jalan Raya Wonokerto menuju TPI dan Pantai Kisik Wonokerto mengalami rusak parah.

“Objek Wisata Pantai Kisik Wonokerto, untuk libur Lebaran tahun ini dipastikan sepi pengunjung. Kalau dipaksakan dilalui dengan kendaraan roda dua, pasti mengalami mogok di tengah jalan,” ungkap Mujiyono.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Djatmiko, mengatakan bahwa proyek dari APBN tahun 2016 berupa peninggian jalan dan rigid pavement ruas Jalan Wonokerto hingga TPI Wonokerto, sepanjang 1,5 kilometer oleh rekanan hanya dikerjakan 75 persen. Sehingga sebagian jalan yang belum dikerjakan oleh rekanan, mengalami kerusakan berat.

Terbengkalainya proyek peninggian jalan dan rigid pavement tersebut, lebih disebabkan karena kondisi alam yang tidak memungkinkan untuk dilanjutkan pekerjaan proyek tersebut. “Sebelah jalan rigid yang sedang dibangun itu ada sungai. Setiap saat airnya selalu naik ke jalan, sehingga kerap banjir dan sulit dibendung,” kata Bambang Djatmiko.

Bambang Djatmiko juga menegaskan bahwa jalan rusak di sepanjang Wonokerto Wetan tersebut, akan segera dibangun pada tahun 2017 ini. Saat ini sedang dilakukan pelaksanaan lelang untuk pekerjan akhir bulan Juli. “Minggu kedua atau ketiga bulan Juli ini, mulai ada pekerjaan perbaikan jalan tersebut, kami mohon warga untuk bersabar,” tegas Bambang Djatmiko. (thd/ida)