Curug Agung, Wisata Air yang Eksotis dan Alami

Harapkan Bantuan Pemkab Batang Bangun Infrastruktur Jalan

833
EKSOTIS : Pesona Curug Agung membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata saat musim liburan di Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
EKSOTIS : Pesona Curug Agung membuatnya menjadi salah satu destinasi wisata saat musim liburan di Kabupaten Batang. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

Kabupaten Batang yang memiliki wilayah pegunungan yang luas menyimpan berbagai lokasi wisata alam yang eksotis. Salah satunya, Curug Agung, sebuah air terjun yang terdapat di wilayah Desa Purbo Kecamatan Bawang Kabupaten Batang. Seperti apa?

LUTFI HANAFI, BATANG

PARA wisatawan membutuhkan waktu sekitar 1 jam dari pusat Kota Batang dengan melalui jalan jurusan menuju Kecamatan Bawang, untuk bisa sampai ke Curug Agung. Kalau dari arah timur, bisa lewat Sukorejo-Kendal ke arah yang sama. Untuk mencapainya lokasi, dari pusat Kota Bawang, dari Alun-Alun Bawang ke utara sekitar 3 kilometer, sudah ada papan petunjuk yang jelas.

Lokasi Wisata Curug Bawang ini terletak di daerah pegunungan yang sejuk dan dikelilingi hutan hijau alami yang masih belum terjamah polusi. Wisata air ini dikelola oleh 3 desa, masing-masing memiliki peran penting. Yakni, Pemerintah Desa (Pemdes) Purbo sebagai tempat wisata berada, sedangkan Pemdes Pasusukan dan Pemdes Candirejo memberikan akses jalan masuk. Karena itulah, ketiga desa tersebut menjalin kerjasama dengan membentuk kepanitiaan bernama Pengelola Wisata Alam Curug Agung yang diketuai oleh Sunadi.

Ditilik dari sisi sejarah Curug Agung, dulu hanya dianggap biasa oleh pemilik tanah dan penduduk sekitar. Baru setelah ada yang menyadari potensinya, baru diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Kepala Desa (Kades) Purbo, Sri Narti sangat antusias ingin membawa nama Curug Agung ke jajaran wisata alam yang terkenal seperti Curug Sewu di Kendal ataupun tempat wisata alam lainnya. Sri Narti berharap ada perhatian dari pemerintah, khususnya Dinas Pariwisata Pemkab Batang untuk mengulurkan bantuan. Terutama membenahi infrastruktur jalan yang saat ini masih berupa jalan tanah yang naik turun dan berdebu jika musim kemarau. “Kami berharap, dengan potensi yang ada, Pemkab Batang membantu kami, minimal untuk perbaikan infrastruktur,” harapnya.

Pasalnya, dari tempat parkir, jalan menuju Curug Agung masih ala kadarnya. Hanya berupa undak-undakan tanah dengan pegangan dari bambu. Jika hujan, tidak bisa dilalui karena jalan licin dan mudah longsor.

Namun, semangat Sri Narti untuk membangun Curug Agung semakin berkobar ketika Norman Divo sang Bintang Pantura 2 Indosiar asal Batang bersedia datang dan mengunjungi serta memperkenalkan Curug Agung kepada khalayak beberapa waktu lalu.

Beberapa fakta bahwa Curug Agung merupakan wisata eksotis, di antaranya air terjun ini menjatuhkan air jernih dari Kali Belom setinggi 25 meter dengan debit yang besar, sehingga terlihat megah dan besar, sesuai namanya.

Selain air terjun, dinding batu di sekelilingnya juga tak kalah indah. Bebatuan itu seperti ditata oleh tangan-tangan ahli yang rapi dan eksotis. Di bawahnya aliran air membentuk semacam cekungan dengan kedalaman sekitar 5 meter dan air mengalir di sungai yang berbatu besar. Sungguh romantis, menyaksikan air terjun sambil duduk di batu-batu besar yang ada di sungai. Selain itu, bisa untuk mandi dan berenang di bawah curug.

Keindahan tersebut makin lengkap dengan adanya mitos yang menyelimuti Curug Agung dan sudah dipercaya turun-temurun dan menarik perhatian para pengunjung. Dikenal mitos Tirta Agung yang berupa mata air yang keluar dari dinding batu di sebelah air terjun, dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan meningkatkan stamina. Pengunjung dapat mengambil air tersebut dengan menampungnya memakai botol air mineral setelah memanjat bongkahan batu.

Selain itu, adanya mitos tentang Pagar Agung, yakni berupa dinding batu sepanjang 150 meter dengan tinggi 8 meter. Pagar Agung sendiri terletak di jalan masuk menuju air terjun. Nama Pagar Agung diidentikkan dengan nama Dukuh Pagedhekan tempat kompleks wisata itu berada (Gedhek bahasa Jawa nya Pagar dari bambu).

Objek wisata ini tergolong masih baru. Menurut Sekretaris Pengelola Wisata Curug Agung, Nasikhin, pada September 2013, masyarakat Desa Pasusukan baru membuat akses jalan sepanjang 950 X 3 meter menuju Curug Agung melalui sebagian wilayah Desa Candirejo, tetapi belum sampai lokasi wisata.

Pekerjaan ini dilakukan secara swadaya atau gotong royong dengan peralatan manual dan membutuhkan waktu selama dua tahun.

Sekitar April 2015, Karang Taruna Desa Pasusukan mulai membuka rintisan jalan menuju tempat wisata dengan cara membuat undak-undakan melalui tebing dengan kemiringan yang cukup curam sepanjang kurang lebih 100 meter.

Karena lokasi wisata berada di Desa Purbo, maka Pemdes Purbo juga diikutsertakan dalam pengelolaan. Setelah melalui berbagai acara ritual, Curug Agung resmi dibuka untuk umum pada Agustus 2016.

Menurut Nasikhin, sejak pertama kali dibuka, pengunjung langsung membeludak. Rata-rata ada sekitar 300 pengunjung perhari yang datang menikmati keelokan Curug Agung. Dengan sumbangan masuk sebesar Rp 2 ribu rupiah, pengunjung bisa menikmati keeksotikan alam yang luar biasa indah.

Untuk lebih memanjakan pengunjung, banyak penjual makanan dan minuman menjajakan dagangannya di sekitar lokasi dengan menggelar tikar. Faktor kebersihan dan kenyamanan sudah menjadi perhatian khusus. Petugas wisata rutin hilir mudik memunguti sampah yang dibuang sembarangan. Petugas juga mengawasi pedagang agar tertib dan tidak memainkan harga yang merugikan pengunjung.

“Masyarakat disini sudah menyadari arti penting sebuah tempat wisata yang diharapkan bisa meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Pemerintahan di tingkat desa dan kecamatan juga sudah memberikan perhatian. Tinggal bagaimana unsur pemerintahan yang lebih atas, khususnya Dinas Pariwisata atau yang terkait dengan akses jalan berperan lebih aktif. Semoga keinginan masyarakat di tiga desa untuk menjadikan Curug Agung lebih dikenal luas segera mendapat respon dan terlaksana,” tutupnya. (*/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here