Buka Rombel Internasional

605
Rektor Unnes: Fathur Rokhman
Rektor Unnes: Fathur Rokhman

SEMARANG – Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada tahun ajaran baru ini berencana membuka program rombongan belajar (rombel) internasional. Rombel yang menggunakan Bahasa Inggris ini akan dibuka oleh 10 program studi.

Kesepuluh prodi yang membuka rombel internasional yakni, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Pasca Sarjana Pendidikan IPS, Teknik Kimia, Pendidikan Olahraga Magister program S3, Pendidikan Matematika, Ilmu Hukum, Sastra Jawa, Geografi, Ekonomi Pembangunan, dan PG PAUD.

Rektor Unnes, Fathur Rokhman mengatakan rombel tersebut memiliki sistem pembelajaran dan media perkuliahan dengan Bahasa Inggris dan menggunakan literatur Bahasa Inggris, staf pengajar adalah dosen yang memiliki kemampuan serta memiliki sertifikat Content and Language Integrated Learning (CLIL) dan merupakan lulusan luar negeri.

“Sistem pengajaran dual-focus yang tidak hanya berorientasi kepada pemahaman konten namun juga bahasa secara bersamaan, kurikulum yang digunakan pun telah dikaji dan divalidasi oleh konsultan internasional,” katanya.

Fathur menyebutkan rombel internasional yang merupakan mahasiswa pilihan dengan kemampuan akademik tinggi dan memiliki TOEFL minimal 500. Keuntungan mahasiswa mengikuti rombel tersebut adalah menjadi lulusan yang diterima secara internasional, mudah melanjutkan S2 ke luar negeri dan punya kesempatan ikut pertukaran mahasiswa di luar negeri. “Rekruitmennya seluruh mahasiswa dari 10 prodi yang membuka rombel tesebut akan dites bahasa asingnya, atau minimal punya skor 500 dalam tes TOEFL dan hanya akan diambil 30 mahasiswa saja,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Humas Unnes, Hendi Pratama menambahkan tahun ini pihaknya juga akan menerima mahasiswa  melalui Seleksi Mandiri (SM) sebanyak 2.215 mahasiswa. Jumlah tersebut merupakan 30 persen dari total mahasiswa baru 2017 Unnes yang diterima sebanyak 6.868 mahasiswa. “Kuotanya akan diterima di 8 fakultas dengan 70 program studi yang ada,” tambahnya,

Untuk mengikuti seleksi mandiri, calon mahasiswa selain harus melalui tes tertulis, pihak panitia juga akan mempertimbangkan hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) jika mahasiswa sudah pernah mengikuti seleksi tersebut. “Rencananya keduanya akan dikombinasikan dan kemudian hasilnya apakah sudah sesuai standar atau belum,” jelasnya.

Secara teknis pelaksanaan SM dilakukan dengan cara paper based testing atau tes tertulis. Pendaftaran seleksi mandiri sudah dibuka mulai 10 Mei lalu dan berakhir 24 Juni 2017, sedangkan tes tertulis akan dilaksanakan 8 Juli. “Nanti juga akan ada ujian ketrampilan pada 10 Juli, pengumuman hasilnya pada 14 Juli. Selain itu juga ada seleksi wawancara yang digelar pada 22 Juli. Adapun untuk pengumuman hasil seleksi akhir dilaksanakan pada 25 Juli,” jelasnya. (den/ric)