14 Cabor Usulan di Porprov akan Diverifikasi

3961
Sudarsono
Sudarsono

SEMARANG – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah memutuskan untuk mempertandingkan 40 cabang olahraga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 mendatang yang berlangsung di Surakarta. Selain 40 cabor tersebut, juga akan dilangsungkan empat cabor eksebisi.

Ketua KONI Jateng Hartono memaparkan, 40 cabor tersebut mengacu pada Porprov sebelumnya yang dilangsungkan di Banyumas, 2013 lalu yakni sebanyak 39 cabor, ditambah Muaythai. Muaythai sudah akan dipertandingkan secara resmi di PON 2020 di Papua, sehingga dipandang perlu untuk dipertandingkan secara resmi di Porprov jateng 2018. “Apalagi Jateng di PON 2016 lalu juga mengikuti cabor muaythai yang masih jadi cabor eksebisi dan sukses sebagai runner up,” tandasnya.

Sementara empat cabor eksebisi Poprov Jateng 2018 di antaranya woodball, bola tangan, petanque dan yongmoodo.

Hartono mengatakan, KONI Jateng juga akan segera melakukan verifikasi beberapa cabor yang dipertandingkan pada Porprov Jateng 2018 mendatang. Setidaknya ada 14 cabang yang akan dilakukan pengecekan apakah layak digelar saat ajang multicabang empat tahunan tersebut yang akan berlangsung Oktober 2018.

”Cabang-cabang tersebut sekarang ini masuk dalam kategori usulan. KONI Jateng tentu tak serta merta menyetujui cabang tersebut digelar. Kami harus melakukan pengamatan secara mendalam terkait persyaratan agar bisa digelar saat Porprov. Seperti keabsahan kepengurusan (periode masa bakti) dan jumlah organisasi di kabupaten/kota,” tutur Wakil Ketua Umum II KONI Jateng Sudarsono.

Pria yang juga Ketua Harian WI Jateng itu enggan merinci cabang mana saja yang tengah diverifikasi secara khusus. Hanya saja, cabang yang dulu digelar saat Porprov Jateng 2013 lalu belum tentu kembali digelar. ”Verifikasi ini, untuk menghidari kepengurusan cabang olahraga di kabupaten/kota ‘siluman’. Artinya, dibentuk tanpa mekanisme hanya agar disetujui digelar,” tandasnya.

Pihaknya menargetkan sebelum lebaran nanti cabang-cabang tersebut telah diverifiksi dan menentukan cabang apa saja yang akan dipertandingkan pada Porprov nanti. Sudarsono menyadari, KONI di kabupaten/kota terus menunggu kepastian cabang apa saja karena berkaitan dengan penganggaran dan persiapan babak kualifikasi.

”Demikian pula untuk pengprov cabang olahraga untuk segera menyusun agenda babak kualifikasi. Kami juga meminta semua cabang telah menyelenggarakan pra-Porprov hingga Desember 2017 ini. Sehingga, waktu yang ada cukup longgar untuk melakukan entry by number dan entry by name. Kami sudah membentuk tim verifikasi,” jelas Sudarsono. (bas/smu)