DEMAK – Pemkab Demak melelang sebanyak 12 mobil plat merah. Kendaraan terdiri dari Avanza, Corolla, Mitsubishi dan Espas ini keluaran tahun 1998 dan 2001. Meski demikian, kondisinya sudah tidak layak untuk menunjang tugas negara bagi pejabat di lingkungan Pemkab Demak. Sebab, sudah banyak yang rusak berat.

Karena itu, agar perawatannya yang mahal tidak menjadi beban keuangan daerah, maka aset daerah tersebut dihapus melalui proses lelang. Ini sesuai dengan Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang pedoman pengelolaan barang milik daerah.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Pemkab Demak, Suhasbukit melalui Kabid Aset Daerah, Betti Susilowati mengatakan, lelang kendaraan tersebut dilakukan lewat Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang. Menurutnya, tidak hanya mobil, namun yang dilelang juga aset dalam bentuk bangunan dan sepeda motor. Total pendapatan dari lelang aset tersebut mencapai Rp 494 juta dari target semula Rp 294 juta. “Untuk bangunan yang kita lelang adalah kayu jati bekas kantor Kesbangpolinmas,” katanya.

Rumah kantor Kesbang dari kayu ini laku Rp 165 juta dari target semula yang hanya Rp 25,3 juta.  Betti menambahkan, kendaraan maupun bangunan yang dilelang sebelumnya telah diusulkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Kemudian, diajukan permohonan ke KPKNL.

Betti mengungkapkan, setiap tahun pihaknya melakukan lelang aset daerah. Meski demikian, tergantung ada tidaknya usulan dari OPD yang bersangkutan. “Kita bentuk tim taksir terkait layak atau tidaknya barang yang akan dilelang. Kalau tidak ya dihibahkan termasuk ke sekolah untuk balai latihan kerja (BLK) di SMK,” ujarnya. (hib/zal)