Wanawisata Lobang Limpung Batang, Alternatif Berlibur Lebaran

Gardu Pandang Lihat Sunrise, Ketinggian Jembatan Cinta yang Manantang

788
MENARIK : Salah satu fasilitas di Wanawisata Desa Lobang, Jembatan Cinta, yang bisa dimanfaatkan untuk foto selfie dan menikmati pemandangan Kota Limpung. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
MENARIK : Salah satu fasilitas di Wanawisata Desa Lobang, Jembatan Cinta, yang bisa dimanfaatkan untuk foto selfie dan menikmati pemandangan Kota Limpung. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

Kabupaten Batang banyak menawarkan lokasi wisata alam yang cocok dinikmati bersama keluarga selama menikmati libur Lebaran. Salah satunya, yang menjadi alternatif berwisata adalah Wanawisata Lobang. Seperti apa?

LUTFI HANAFI, BATANG

WANAWISATA Lobang terletak di Desa Lobang Kecamatan Limpung Kabupaten Batang. Lahan milik Perhutani ini, telah disulap pengelola setempat menjadi tempat wisata alam yang eksotis. Suasana alami ditonjolkan sedemikian rupa. Di pintu masuk pengunjung disambut gerbang yang terbuat dari kayu berbentuk gapura khas Jawa. Sepanjang jalan di dalam objek wisata jalan terbuat dari tatanan batu (tlasah) dengan medan naik turun yang mengasyikkan. Kerimbunan pohon pinus meneduhkan matahari yang menyengat.

Pengunjung tidak hanya bisa menikmati satu objek saja, dalam area seluas 7 hektare ini. Namun ada beberapa pilihan yang menarik. Salah satunya Jembatan Cinta yang berada di ketinggian sekitar 10 meter di atas jurang. Saat berada di atasnya kita disuguhi pemandangan spektakuler Kota Limpung di kejauhan. Sekilas agak menakutkan, tapi pengelola mengklaim aman karena sudah dirancang kokoh dengan tiang pancang dari bambu dan lantai jembatan dari kayu. Selain itu, pengelola juga membatasi jumlah pengunjung yang naik  jembatan maksimal 8 orang dengan durasi 10 menit.

Di sebelah timur ada gardu pandang untuk melihat matahari terbit dan di sebelah barat ada gardu pandang untuk melihat keindahan matahari terbenam. Selain yang alami, pengelola juga membuat tiga dangau beratap rumbia untuk istirahat. Tempat duduk dari kayu pinus artistik bertebaran di beberapa tempat. Tidak lupa sebuah aula berukuran 20X6 meter disediakan untuk rapat, pertemuan ataupun acara lain yang membutuhkan tempat luas bersuasana alam.

Kemudian ada tiga air terjun yang terdapat disana, yaitu Curug Pager, Curug Pawon dan Curug Kumejing. Khusus Curug Pawon disebut juga Curug Kembar karena ada dua air terjun yang posisinya bersebelahan. Jika suka wisata air, bisa langsung menikmati deburan air atau berencam di bawa air terjun yang masih segar dan alami.

Seorang pengusaha lokal setempat juga membuka pondok ikan bakar tidak jauh dari lokasi tersebut, sehingga tidak perlu repot mencari hidangan. Sedangkan kantin kecil disediakan pengelola untuk pengunjung yang membutuhkan minuman dan makanan ringan.

Haryono, Sekdes Lobang yang juga Ketua Pengelola Wanawisata Lobang mengatakan bahwa harapannya membuat Wanawisata Lobang menjadi lebih baik lagi. “Saat ini baru selesai 80 persen, tapi sudah kami buka untuk pengunjung. Namun fasilitas pendukung sudah komplet semua. Semoga pada Lebaran tahun 2017 ini, pengunjung meningkat pesat,” harap Haryono.

Perhutani yang mempunyai lahan, menurutnya sangat mendukung sepenuhnya Wanawisata ini. Terbukti dengan menyediakan kayu dan bambu untuk membuat kelengakapn wisata, seperti gardu pandang dan Jembatan Cinta. Bahkan mengizinkan menebang beberapa pohon pinus yang sekiranya mengganggu.

Untuk menikmati Wanawisata tersebut, pengunjung cukup dengan membayar tiket masuk Rp 3 ribu serta parkir Rp 2 ribu untuk sepeda motor dan Rp 5 ribu untuk mobil. Pengelola optimistis, objek wisata ini akan menjadi destinasi wisata yang menarik dan menjadi tujuan utama masyarakat Batang dan sekitarnya. Bahkan berharap ada pengunjung luar kota, di musim mudik seperti sekarang. (*/ida)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here