SEMARANG – Setelah libur panjang Lebaran, hari ini semua pemain PSIS dijadwalkan sudah harus berada di Semarang. Safrudin Tahar dkk akan kembali menjalani latihan untuk menghadapi laga sangat penting, yakni melawan Persis Solo pada 6 Juli mendatang di Stadion Manahan, Solo.

General Manager PSIS Wahyu “Liluk” Winarto berharap para pemain menepati jadwal yang sudah ditetapkan manajemen maupun pelatih terkait libur Lebaran dan jadwal latihan kembali. Sebab upaya untuk mengembalikan kebugaran serta feeling ball tidak mudah, pasca libur Lebaran yang cukup panjang.

”Untuk urusan hari latihan usai libur lebaran memang sudah kami tekankan pemain untuk disiplin. Sebab pada 29 Juni (hari ini, Red) tersebut berarti PSIS hanya punya waktu enam hari untuk berlatih kembali sebelum lawan Persis Solo di Stadion Manahan, 6 Juli mendatang. Tidak mudah mengembalikan kebugaran tubuh dan mengembalikan stamina seperti semula, butuh kerja keras apalagi waktu kita pendek,” imbuhnya.

Liluk berkaca dari dua tahun ini saat Piala Polda Jateng 2015 dan Indonesia Soccer Championship B tahun lalu. Pemain luar kota dan luar pulau kerap datang terlambat di latihan. Manajemen berharap hal tersebut tidak terulang.

Termasuk untuk tiga pemain PSIS yang tempat asalonya jauh yakni di provinsi Maluku, manajemen PSIS tidak memberikan dispensasi. Ketiganya adalah Rud Gullid, Safrudin Tahar, dan Arfil. “Mereka bertiga sudah lebih lama liburnya karena pulang lebih awal. Bahkan pemesanan tiket pulang pergi kita urus. Sehingga tidak ada alasan lagi datang terlambat. Pemain harus siap karena lawan yang akan dihadapi Persis Solo yang jadi lawan berat di Grup 4 Liga 2,” tandas Liluk.

Sementara itu Pelatih PSIS, Subangkit, juga mengamini ketegasan manajemen. Selain disiplin jadwal pemain juga diharapkan menjaga konsisi kebugaran dengan latihan fisik kecepatan dan ketahanan tubuh yang sudah diajarkan staf pelatihnya. “Laga melawan Persis sangat penting, jangan sampai gara-gara pemain belum berkumpul, latihan jadi tebengkalai,” tegasnya. (bas/smu)